2 Warga Linggau Jadi Korban Kecelakaan Lion Air

*Hendak Bertolak Dari Jakarta Ke Pangkal Pinang Usai Nonton Laga Timnas

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Dalam tragedi pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta – Pangkal Pinang yang dipastikan jatuh di Tanjung Kerawang, Jawa Barat, diduga ada 2 orang Lubuklinggau yang menjadi korban. Masing masing atas nama M Rapi Andrian (24) putra pertama pasangan Epy Syamsul Komar (Bapak) – Yenni (ibu) warga Jl Kaswari no 138 Kelurahan  Bandung Kanan, Kecamatan Lubuklinggau Barat 2 dan Riyan Aryandi (23) putra kedua pasangan Abdurahman (Bapak) – Yatini (ibu) warga Jl Wirakarya no 22 Kelurahan Wirakarya Kecamatan Lubuklinggau Timur 2.

Foto yang dilingkaran merah, adalah foto korban semasa hidupnya, saat masih berada di sekeliling keluarganya di Lubuklinggau.

Paman Korban An M Rapi Andrian, Fikri(45) mengatakan, bahwa dirinya mendapatkan informasi pertama kali dari telpon ibu bapak korban pada subuh (29/10) tadi. Kemudian melihat berita televisi, dan langsung datang ke kediaman rumah ibu bapak korban di Jl Kaswari ini.

“Ternyata setelah kami cek, juga dibantu keluarga yg di jakarta ngecek juga. Benar ada nama M Rapi Andrian itu berangkat menggunakan pesawat yang jatuh itu. Dari jakarta ke pangkal pinang.

Pesawat pertama kalo dak salah terbang hari ini,” ujarnya saat ditemui di rumah korban. Saat ini masih dalam tahapan eksekusi dari tim basarnas. Puhaknya, kata Fikri, menunggu informasi lebih lanjut terkait perkembangan informasi jatuhnya pesawat lion air tersebut.

“Saat ini kedua orang tuanya sedang melakukan keberangkatan melalui bandara silampari lubuklinggau pukul 14.00 wib ini menuju TKP. Guna memastikan dan melihat kondisi di tempat kejadian itu. Kami masih berharap berita baik untuk keluarga kami. Atau masih berharap keponakan kami itu selamat,” imbuhnya.

Fikri menjelaskan, keponakannnya bekerja di perusahaan timah di Bangka. Kebetulan berangkat dari Jakarta menuju Pangkal Pinang Bersama Temannya yang dari Wirakarya yang merupakan rekan kerjanya.

“Dua orang yang dari Lubuklinggau, satunya sopirnya dia kalau tidak salah atas nama Riyan. Mereka sama sama berangkat dari jakarta menuju pangkal pinang,” tuturnya.

Baca Juga:  Pererat Silaturahmi, Gempita Gelar Buka Bersama

Sementara itu, ibu dari Korban An Riyan Riyandi(23), Yatini mengatakan, mendapatkan informasi pertama dari temannya sekitar pukul 12.00 wib tadi.

“Anak saya itu bekerja di PT Timah di Pangkal Pinang sejak 6 bulan lalu. Tidak tahu berangkat ke Jakarta itu disuruh bosnya atau berangkat sendiri,” katanya.

Terakhir komunikasi semalam melalui sms, dia mengatakan sedang menonton bola pertandingan antara Indonesia (u19) vs Jepang(u19) di Gelora Bungkarno (GBK) Jakarta.

“Sekitar pukul 22.00 Wib (28/10) malam tadi Riyan smsan dengan adiknya yang paling kecil ngasih tau kalau dia (Riyan) lagi nonton bola. Adiknya jawab bahwa sama ayahnya juga sedang nonton bola di TV. Terus melalui sms juga saya katakatan kenapa Riyan tidak pernah nelpon, sudah sombong. Riyan jawab memang sedang sibuk pekerjaan,” tuturnya.

Ia mengatakan, anaknya terakhir pulang ke Lubuklinggau sekitar Agustus Lebaran Haji kemarin. Saat pulang itu tidak ada cerita cerita yang macam macam, cuma menceritakan masalah pekerjaannya saja. “Dia (Riyan) merasa nyaman dengan pekerjaannya. Mangkanya dia ingin berangkat kerja lagi, karena alasan nyaman tersebut,” imbuhnya.

Ibu kandung Riyan itu menjelaskan, Keseharian Riyan cukup dikenal baik. Hobi bermain bola dan futsal. “Dia itu hobi bola dan futsal. Barcelona klub idolanya. Di bulan September kemarin bertepat dengan ulang tahun adiknya sempat nepon juga. Riyan berpesan ke adiknya mau dibelikan kado apa. Pas kenaikan kelas Riyan janjikan akan membelikan sepatu sekolah adiknya yang duduk di kelas 3 SD.

“Sekarang suami saya (Abdurrahman) sudah berangkat ke TKP naik pesawat dari Bandara Silampari,” tutupnya. AFA/ NSR

Berikan nilai berita ini?

Berita Terkait ⚡️

error: DILARANG COPAS !!!