75 Persen Rekrutmen KPPS Sudah Terpenuhi

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Beredar isu banyak warga saat ini enggan menjadi petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada Pemilihan Umum (Pileg dan Pilpres) 17 April 2019 mendatang. Kurangnya minat warga menjadi penyelenggara disebabkan karena kecilnya honor yang diterima petugas tidak sebanding dengan beratnya tugas yang diemban saat bertugas.

Komisioner KPU Lubuklinggau divisi SDM dan Parmas, Andri Afandi mengatakan pihaknya tidak terlalu khawatir,  karena pihaknya belum monitoring secara menyeluruh berapa banyak kekurangan dilapangan. Tapi, bisa di pastikan untuk saat ini sebanyak 75 persen sudah terpenuhi dari jumlah pendaftar KPPS.

“Isunya memang banyak yang tidak mau jadi KPPS karena honornya kecil. Karena tidak sebanding dengan  beratnya pekerjaan mereka dilapangan, selain menghitung surat suara juga banyaknya jumlah form C1 yang akan ditulis,” ujarnya.

Ia menuturkan bila tidak terpenuhi kuota satu KPPS tujuh orang, pihaknya akan bekerjasama dengan perguruan tinggi meminta mahasiswa terbaiknya menjadi penyelenggara pemilu.

“Jadi kalau tidak terpenuhi kita akan meminta kepada perguruan tinggi itu,”

Terpisah, Ketua RT 09 Kelurahan Cereme, Kecamatan Lubuklinggau Timur I saat dibincangi wartawan, kemarin (13/3), mengatakan memang agak kesulitan mencari warga yang mau menjadi KPPS saat ini, karena kondisi pemilu 2019 berbeda dengan kondisi saat Pilkada ataupun pemilihan Gubernur yang lalu.

“Karena tugas KPPS kali ini jauh  lebih berat lantaran banyak surat suara dan kotak yang akan dihitung sehabis pemungutan suara. Ada lima kotak. DPRD kabupaten, DPRD provinsi, DPR RI, DPD RI serta Presiden, Paling tidak bisa bekerja sampai tengah malam. Bisa-bisa sampai pagi,” singkatnya. NSR

Berikan nilai berita ini?

Berita Terkait ⚡️

error: DILARANG COPAS !!!