Aksi Solidaritas GmnI Lubuklinggau Untuk Lombok

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Ramai pemberitaan terkait bencana alam gempa yang kekuatan 7,0 Skala Richter (SR) menimpa kawasan nusantara, tepatnya di Nusa Tenggara Barat (NTB), dalam bencana alam yang menelan kerugian hingga 1 triliun tersebut menguggah semua elemen untuk meringankan beban saudara kita disana. Hal itu pula yang dilakukan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (Gmni) mengadakan aksi penggalangan dana untuk gempa Lombok.

Ketua DPC GmnI Lubuklinggau, Rikek menjelaskan aksi penggalangan dana tersebut diagendakan selama tiga hari, yakni selasa (7/8) hingga kamis (9/8). Ini bertujuan untuk membantu dan meringankan beban masyarakat yang terkena bencana gempa bumi di lombok.

“Dihari pertama kemarin kita telah mengupulkan Rp. 2.700.000, dan semoga hari ini kita dapat mengumpulkan sumbangsih lebih banyak,” ungkap Rikek saat dibincangi Panjinews.com, Rabu (8/8).

Lanjut Rikek, dalam aksi solidaritas ini terdapat tiga titik lokasi yang dijadikan tempat penggalangan dana, diantaranya Simpang tiga RCA, Pasar Inpres dan Pasar Satelit.

“Kita bagi menjadi tiga tim, ada yang stand bye di simpang RCA, dan dua tim lainnya menyebar ke pasar untuk jemput bola mengumpulkan sumbangan ke pedagang dan pengunjung pasar,” paparnya.

Rikek menambahkan, hal ini dilakukan untuk menumbuhkan rasa solidaritas dikalangan mahasiswa, dan sudah selayaknya mahasiswa selalu menjadi garda terdepan untuk memberi solusi disetiap persoalan bangsa. Harapannya semoga aksi ini dapat megetuk hati masyarakat kota Lubuklinggau untuk dapat menyisihkan sedikit rezekinya, untuk berbagi meringankan beban saudara kita di lombok.

“Kita mendapatkan intruksi dari DPP Gmni pusat sehari pasca gempa di lombok, hal itu juga menjadi dasar acuan kita untuk bergerak, namun seandainya tidak ada petunjuk dari DPP, pihaknya juga pasti akan melaksanakan aksi galang dana ini atas dasar solidaritas dan menolong sesama,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Stkip PGRI Lubuklinggau, Reta mengaku dirinya mengajak puluhan mahasiswa untuk turun kejalan atas dasar kemanusiaan.

“Dengan harapan yang sama semoga saudara kita di lombok dapat diringankan bebannya, walaupun bantuan kita tak seberapa, yang terpenting berbuat untuk sesama itu adalah nilai plus tersendiri bagi kami mahasiswa,” tukasnya. NSR

Berikan nilai berita ini?

Berita Terkait ⚡️

error: DILARANG COPAS !!!