Aktivis Angkat Bicara, Perihal “Bongkar Pasang” Gedung Pemkot

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Terkait dengan adanya kegiatan“bongkar pasang” beberapa item pekerjaan pembangunan gedung kantor pemerintah kota (Pemkot) Lubuklinggau yang dinilai mubazir dan terkesan hanya menghambur – hamburkan anggaran.

Terlihat para pekerja sedang membongkar lantai tangga.

Andi Lala selaku aktivis pemerhati kebijakan pemerintah diwilayah Kabupaten Musi Rawas, Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas Utara (MLM) angkat bicara, menurutnya ia sangat menyayangkan kebijakan pemkot Lubuklinggau, tidak peka dan tidak sadar bahwa pembangunan gedung kantor tersebut telah menelan puluhan miliar rupiah melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Harusnya anggaran tersebut bisa bermanfaat untuk pembangunan fisik maupun non fisik yang lebih urgent.

“Sepertinya Pemkot Lubuklinggau beberapa tahun ini tidak peka dengan ketimpangan sosial yang terjadi di kota Lubuklinggau, dimulai dari tahun 2013, pemkot lubuklinggau setiap tahun menghabiskan miliaran rupiah untuk pembangunan gedung yang tak kunjung selesai tersebut,” Ungkap nya.

Melihat dirombak atau dibongkar pasang kembali beberapa item bangunan, dengan alasan yang dinilai menyimpang, Andi menduga hal tersebut salah satu modus – modus untuk kembali menggelontorkan anggaran, patut dipertanyakan apakah ini termasuk miss perencanaan.

“saya menduga, ini modus pemkot “dibalik layar”, dan saya duga ada penyimpangan didalam pembangunan gedung kantor walikota ini, sudah sepatutnya kita pertanyakan apakah ini miss perencanaan atau kinerja pembangunan sebelumnya yang bobrok, sehingga di bongkar lagi,” ujar Andi.

Tak hanya itu, menanggapi pemkot Lubuklinggau yang dinilai telah melakukan pemborosan keuangan daerah, Andi meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) dan auditor dari lembaga pemerintahan maupun non pemerintahan untuk segera mengaudit pembangunan yang tak kunjung usai tersebut.

“saya meminta kepada APH ataupun Lembaga Pemeriksa Keuangan baik dari dalam pemerintahan ataupun dari luar pemerintahan untuk segera mengaudit pembangunan ini, jangan sampai yang kita duga adanya penyimpangan, terus berjalan mulus di kegiatan yang telah menghabiskan puluhan miliar tersebut” tutup nya.

Baca Juga:  Sekarang Warga Linggau Dapat Nikmati Jaringan 4G Plus Indosat dengan Stabil

Sementara itu, pada pemberitaan sebelumnya, menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Asril saat dimintai tanggapannya terkait bongkar pasang beberapa item pekerjaan tersebut mengungkapkan alasannya bahwa hal tersebut terjadi karena adanya review Detail Engineering Design (DED).

“Karena ada Review DED, jadi dibongkar dan nanti dipasang baru untuk lebih jelasnya konfirmasi langsung ke Kabid CK saja,” ujar nya singkat kepada awak media. NSR

Berikan nilai berita ini?

Berita Terkait ⚡️

error: DILARANG COPAS !!!