Apek: Drainase Roboh Karena Hujan dan Sudah di Perbaiki Sedangkan Febri Menilai Karena “Hemat Material”

MURATARA, Panjinews.com – Sempat diduga dikerjakan asal – asalan. Bangunan Drainase desa beringin sakti, Kecamatan Rawas Ilir yang menghabiskan anggaran sebesar 300 juta yang ambruk kini telah diperbaiki. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Muratara, Alfirmanyah Karim saat dikonfirmasi wartawan via seluler, senin (28/1).

Menurut Apek sapaan akrab Kadis Perkim, terkait robohnya drainase tersebut dikarenakan oleh curah hujan. ” Itu sudah diperbaiki tiga hari yang lalu. Dan penyebabnya karena hujan yang berlebihan berdasarkan keterangan PPK nya,” kata Apek

Dan ketika ditanya wartawan soal standar tekhnis pekerjaan dan kapan 100 persennya pekerjaan tersebut, Apek menjawab dirinya sedang tidak dikantor makanya belum bisa menjelaskan secara spesifiknya. “Maaf aku msh di jakarta, belum masuk kantor, mokaseh yo,” singkatnya.

Terpisah, pengamat kebijakan pemerintah diwilayah Muratara, Lubuklinggau dan Musi Rawas, Febri HR saat dimintai tanggapan terkait robohnya drainase yang baru saja selesai dibangun tersebut, ia mengatakan robohnya drainase itu kuat dugaan karena bangunan itu dikerjakan tidak sesuai RAB. karena apabila alasanya karena hujan maka sangat lah tidak logis kalau bisa sampai hancur berantakan seperti itu.

“Apa mungkin hujan banjir bandang sehingga bisa meluluh lantakan drainase tersebut. Kita melihat juga dari foto saat pengerjaanya sangat hemat semen dan batu, itu yang menjadi kecurigaan kita kalau bangunan tersebut diduga tidak sesuai RAB,” tegas Febri

Lanjutnya, Persoalan ini tidak hanya sekedar pembenahan setelah roboh. Namun harusnya menjadi koreksi bersama. Kenapa bisa roboh, padahal bangunan tersebut masih dalam hitungan bulan seteleah selesai pengerjaanya. Bisa dikatakan pengawas dan PPTK maupun PPK nya dinilai lalai dalam proses pengerjaan dan penerimaan hasil pekerjaanya.

Baca Juga:  Obat Bisa Ular Tidak Ada, Satu Warga Meninggal, Ketua Fraksi PDIP Gebrak Meja

Sementara itu, Kepala Desa Beringin Sakti, yang sedari awal telah memprotes dari pembangunan tersebut dikarenakan papan nama proyek tidak terlihat atau tidak dipasang sejak awal pekerjaan.

“penyebab nya diperkirakan karena kualitas dari bangunan nya, kemarin sudah saya ingatin kepada tukang nya jangan dibangun seperti itu, jangan terlalu segitunya. Nah sekarang baru 2 bulan udah seperti itukan. Bangunan itu roboh dikarenakan mata air, didorong air sepertinya itu, sebelum roboh itu besok nya itu sudah lihat air itu keluar dari dinding drainase itu,” Ujar Chung Hua selaku Kepala Desa Beringin Sakti.

Lanjut Chung Hua, diperkirakan dinding drainase yang roboh mencapai 20 meteran, dan terlihat juga terdapat dinding yang mulai renggang dan nyaris roboh dengan panjang yang diperkirakan sekitar 20 meter juga.

“tapi dua hari kemarin sudah diperbaiki lagi oleh kontraktor nya,” Kata Chung Hua. TIM/ (NAS)

Berikan nilai berita ini?

Berita Terkait ⚡️

error: DILARANG COPAS !!!