Balita Penderita Hidrosefalus Tak Punya Biaya dan Bpjs Untuk Berobat

MUSIRAWAS, Panjinews.com – Malang nasib dialami Asyila balita berunur lima bulan asal Desa Lubuk Tua, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas ditinggal ibunya meninggal dunia saat melahirnykannya dan kini menderita penyakit hidrosepalus.

Sebelumnya, bayi ini juga lebih kurang 40 hari menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Jakarta saat masih tinggal bersama ayahnya di Jakarta, Asyila juga lahir di Jakarta pada 19 Januari 2019, namun nyawa sang ibu tidak bisa tertolong dan meninggal dunia saat melahirkannya.

Asyila beberapa hari terakhir ini dirawat di RS Sobirin Musi Rawas di Lubuklinggau, namun sayang peralatan rumah sakit ini tidak cukup untuk melakukan tindakan lebih tinggi untuk menyembuhkan putri Syamsul Syas ini sehingga harus di rujuk ke Rumah Sakit di Palembang yang memiliki peralatan memadai.

Berdasarkan keterangan orangtuanya, Syamsul Syas, semenjak ditinggal istrinya meninggal, Asyila tinggal bersama neneknya di Lubuk Tua, namun sekitar tiga bulan lalu mengalami sakit namun tidak memiliki BPJS/KIS,sehingga harus mengurus adminitrasi pendaftaran BPJS seperti pindah kartu keluarga dan lainnya.

Sementara, karena penyakit hidrosepalus menyababkan kepala bayi semakin membesar sedangkan berobat belum bisa dilakukan karena tidak ada biaya, dan setelah idul fitri ini adminitrasi tersebut selesai dan beberapa hari ini baru dibawa kerumah sakit.

Pihak RS DR Sobirin merujuk Asyila ke Palembang untuk berobat, namun kendalanya adalah keluarga ini tidak memiliki biaya dan tidak memiliki BPJS/KIS, dan pemerintahpun belum ada program bantuan.

“Surat keterangan tidak mampu dari  kades sudah ada, untuk ngurus buat KIS Dinsos (BPJS PBI), dan dapatlah rekomendasi untuk ngurus ke RS dan ke BPJS,  kami bawaklah ke RS dilayani dengan baik karena  dlhidrosepalus tidak bisa diobati dilubuklinggau harus dirujuk ke palembang,”jelas pendamping keluarga pasien,Budi.

Baca Juga:  Pembangunan JUT Desa P1 Mardiharjo Terkesan Asal Jadi

Jika dirujuk ke Palembang maka harus ada kartu KIS agar tidak membutuhkan uang yang banyak, dan pihak keluarga langsung ke kantor Tugumulyo. Namun, apa mau dikata kartu KIS baru bisa jadi paling cepat satu bulan.Sementara kondisi hidrosepalus sudah hampir 50 centi dan  terus membesar dan harus ditangani segera.

” Seterusnya koordinasi dengan Dinsos Musi Rawas, dan kata orang Dinsos memang dengan BPJS sekarang harus bulan. Kami Disarankan lah oleh Dinsos untuk tanya di Dinkes, dan saya koordinasi dengan orang dinkes katanya tidak ada dana untuk kasus ini..mereka malah bertanya ngapa BPJS nyo biso 1 bulan,”tuturnya.

Kondisi Asyila saat ini semakin parah dan harus segera ditangani, sedangkan dana untuk berangkat  tidak  ada,  apalagi jika melalui jalur pengobatan secara umum di palembang.

“Dari desa ke dinsos tidak ada kendala, dari dinsos ke RS sobirin langsung acc dinsos., kasih rekomendasi dari dinsos ke sobirin ( lancar), dari dinsos ke bpjs,nah ada aturan baru tunggu 1 bulan dulu,” pungkasnya.  (Linggaumetropolis.com)/ NSR

Berikan nilai berita ini?

Berita Terkait ⚡️

error: DILARANG COPAS !!!