Bawaslu Agendakan Ulang Rakor Tertibkan APK Yang Mengagnggu Keindahan

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Lubuklinggau menggelar rapat koordinasi penertiban Alat Peraga Kampanye (APK). Rapat ini dihadiri oleh KPU Kota Lubuklinggau, Sat Pol PP, Dinas Perhubungan (Dishub) dan TNI/Polri, Senin (3/12) sore sekira pukul 17.00.

Pantauan wartawan dilapangan, rakor berjalan cukup alot, karena ada beberapa aturan yang belum jelas, terutama dari pihak Dishub mengenai aturan yang tidak boleh dilakukan pengguna jalan, sehingga rapat koordinasi akan kembali dilakukan pada Rabu (12/12).

Ketua Bawaslu Lubuklinggau, Mursydi didampingi Komisioner Bawaslu Kota Lubuklinggau Divisi Hukum Penindakan Pelanggaran (HPP) dan Sengketa Pemilu, Bahusi mengatakan berdasarkan hasil rapat diketahui APK dilarang dipasang pada tempat ibadah termasuk halaman. Kemudian, rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan, gedung milik pemerintah, lembaga pendidikan dan tempat ibadah.

Larangan ini tertera jelas dalam Undang-Undang (UU) No.7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, dijelaskan lagi dalam Peraturan KPU No.23, 28 dan 33 tentang Kampanye.

“Beberapa titik lokasi pemasangan APK yang melanggar sudah diketahui. Namun, agendanya belum ditentukan, karena kita akan kembali rapat koordinasi dengan pihak terkait, setelah itu kita akan melakukan gerakan bersama untuk menertibkan APK se-Kota Lubuklinggau,” kata Bahusi.

Maka dari itu, Bawaslu Kota Lubuklinggau mengimbau kepada seluruh peserta Pemilu 2019, agar mengikuti aturan yang ditetapkan, memahami hal yang dilarang sebagaimana amanat UU No.7 Tahun 2017 tentang Pemilu, Pasal 280 yang mencantumkan larangan dalam kampanye.

“Kita mengimbau seluruh peserta Pemilu untuk melepaskan APK mereka di tempat-tempat yang dilarang, sebelum dilakukan penertiban,” jelasnya.

Selain itu, berdasarkan penjelasan dari Kasi Tibum Sat Pol PP Kota Lubuklinggau, A Koba mengatakan seluruh yang mengganggu ketertiban umum dan keindahan sesuai dengan Perda No.16 Tahun 2004. Itu semua sudah diatur dan tentunya tidak diperbolehkan. NSR

Berita Terkait ⚡️

error: DILARANG COPAS !!!