Bawaslu: Gencar Ajak Pemuda Dalam Pengawasan Partisipatif

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lubuklinggau tak henti-henti nya mengajak semua element untuk turut berpartisipasi dalam pengawasan pemilu, guna mewujudkan pemilu berkualitas dan berintegritas. Salah satunya merangkul organisasi kepemudaan untuk aktif mengawasi pemilu.

Dengan mengangkat tema “Bersama Rakyat Awasi Pemilu Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu” Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Lubuklinggau adakan Sosialisasi Pengembangan Pengawasan Partisipatif Pemilu Tahun 2019,Minggu (30/12) bertempat dihotel Dewinda lubuklinggau.

Foto bersama seusai sosialisasi pengawasan partisipatif yang digelar bawaslu lubuklinggau, minggu (30/12).

Kegiatan ini dihadiri, tim asistensi Bawaslu Sumsel, Erie Firmansyah, Ketua Bawaslu Lubuklinggau, Mursidi,anggota Bawaslu Lubuklinggau,Mirwan, Kabag Hukum Setda Lubuklinggau, Hendri, dan utusan Organisasi Kepemudaan (Okp), Bem mahasiswa, Ormas dan Osis sekota Lubuklinggau.

Ketua Bawaslu Lubuklinggau, Mursyidi, dalam kesempatan ini mengharapkan organisasi kepemudaan ikut dalam pengawasan pemilu, dan khusus organisasi pemantau (organisasi yang terdaftar di pusat) segera meregistrasi ke Bawaslu Lubuklinggau.

Selain mengajak seluruh elemen masyarakat menjadi pengawas partisipatif, direncanakan Bawaslu Lubuklinggau pada Februari 2019 juga akan merekrut sebanyak 608 pengawas TPS, untuk itu diharapkan partisipasi peran masyarakat terutama pemuda untuk ikut dalam rekruitmen tersebut.

Sedangkan Bawaslu Sumsel melelaui tim asisten, Erie Firmansyah saat memberikan pemaparan materi mengatakan bahwa pengawasan partisipatif sangat dibutuhkan karena Bawaslu keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam melaksanakan tugasnya.

“Semuanya kita harapkan berperan juga dalam pengawasan, jika ada pelanggaran laporkan saja, kita akan menjaga identitas pelapor,”kata Eri.

Sementara itu, Kabag Hukum Setda Lubuklinggau,Hendri menyampaikan bahwa pengawasan partisipatif dapat terwujud pertama apabila Bawaslu dapat bekerja independen tidak memihak salah satu calon, sehingga tidak ada diskriminasi dan kedua Bawaslu melakukan sosialisasi secara masif.

” Yang ketiga harus ada persamaan persepsi antara Bawaslu dan lembaga yang tergabung, dan yang keempat Partai juga harus menempatkan saksi-saksi di TPS, kelima Parpol juga aktif mengingatkan kadernya untuk jujur dan adil, keenam harus ada sinergisitas dengan semua lembaga terkait,” jelasnya.

Baca Juga:  Tim Gabungan Patroli Antisipasi Money Politik

Jika keenam hal tersebut dilaksanakan maka dapat terwujud pemilu yang demokratis ,jujur dan adil seperti harapan semua pihak. NSR

Berikan nilai berita ini?

Berita Terkait ⚡️

error: DILARANG COPAS !!!