Demonstran Anarkis di KPU Lubuklinggau

LUBUKLINGGAU, PanjiNews.com – Demonstran melakukan aksi protes di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Lubuklinggau di kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat 1. Pendemo memprotes hasil penetapan yang dilakukan oleh KPU Lubuklinggau, karena pasangan calon jagoan mereka yang dianulir KPU.

Berdasarkan pantauan awak media. Mereka datang langsung marah-marah dan memaksa bertemu dengan KPU, namun setelah ditemui oleh ketua kpu, massa tetap tidak terima atas keterangan yang diberikan ketua KPU.

Dorong-dorongan pun terjadi setelah massa memaksa menerobos barikade polisi.

“Keadaan semakin memanas saat massa mencoba merangsek masuk dengan menerobos blokade polisi bersenjata lengkap yang telah disiagakan. Sehingga dorong-dorongan tak terelakan dan massa tetap ngotot ingin tetap memaksa masuk”.

Cheos tak terelakan, kantor KPU semakin mencekam, merasa keinginannya dihalangi, massa langsung melempari petugas dengan air kemasan, dan petasan sembari meneriakan tuntutan mereka, yang menuding KPU Lubuklinggau tidak netral.

Ratusan personel gabungan langsung sigap maju menahan massa dengan water Canon. Namun bukannya membubarkan diri, massa malah membakar ban dan lebih anarkis lagi.

Tujuannya tak tercapai massa pun semakin anarkis, dengan cara melempari petugas yang menghalau.

Keputusan terakhir petugas pun mengambil langkah tegas dengan memukul mundur dan membubarkan massa dengan beberapa kali tembakan peluru karet.

Kerusuhan tersebut ialah skenario gladi bersih bagaimana cara penindakan pengamanan Pilkada kota Lubuklinggau 2018. Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar melalui Kabag OPS, Kompol Yudha mengatakan. “Giat hari ini merupakan gladi bersih persiapan simulasi pengamanan pilkada kota pada 14 Februari mendatang,” ujarnya

Ia menambahkan gladi bersih itu bertujuan untuk melihat kesiapan anggota saat pelaksanaan simulasi nanti apakah benar-benar siap mengamankan pengunjuk rasa.

“Supaya pada pelaksanaan nanti lebih cermat dalam mengambil keputusan sesuai kondisi. Personel gabungan yang diterjunkan dalam gladi bersih ini meliputi TNI, Brimob dan anggota Linmas kurang lebih 400 personel,” paparnya.

Proses pengamanan logistik dan kotak suara, untuk mencapai suksesnya pilkada. Termasuk prosedur pengamanan komisioner KPU kota Lubuklinggau.

“Sengaja dibuat cheos untuk melatih penanganan dikala kondisi anarkis, sampai melakukan pembakaran di depan kantor KPU,” pungkasnya. RED

Berikan nilai berita ini?

Berita Terkait ⚡️

error: DILARANG COPAS !!!