Diduga Faktor Ekonomi Penyebab Suami Nekat Bunuh Istri

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Tragis nasib dialami Rozalina (36) guru PNS bertugas di SMP Negeri 12 kota Lubuklinggau. Tewas ditangan suaminya Sudirman (36), Rabu (6/3). Kasus pembunuhan korban terjadi di rumahnya di Jalan Mangga Besar Kelurahan Kenanga, Kecamatan Lubuklinggau Utara II sekitar pukul 14.30 WIB.

Kapolres Lubuklinggau, Akbp Dwi Hartono saat dibincangi wartawan menceritakan motif pembunuhan tersebut setelah melakukan pemeriksaan kepada tersangka Sudirman, kamis (7/3). Motifnya diduga kuat lantaran faktor ekonomi, yang bermula saat sang istri meminta uang kepada suaminya, namun karena keterbatasan sang suami tidak bisa memenuhi dan si suami tersinggung. Hingga berujung pada cekcok mulut dan berakhir dengan penusukan sebanyak empat tusukan yang dilakukan Sudirman kepada istrinya Rozalina hingga tewas.

Lanjut Kapolres, setelah melakukan penusukan sebanyak empat kali,  yang bersangkutan melarikan diri. Dan selama dalam pelarian itu pelaku sempat meminum racun tikus sebanyak tiga tenggak untuk bunuh diri. Sempat sebentar berobat ke RS Siti Aisyah baru ke Mapolres, untuk proses penyerahan diri. “Sebelumnya juga anggota saya juga melakukan penggejaran sampai ke terawas Musirwas, namun tidak membuahkan hasil,” katanya

Karena tidak membuahkan hasil, Kata Dwi, kemudian ia sendiri berupaya menghubungi via telpon ke beberapa keluarga pelaku supaya yang bersangkutan menyerahkan diri.

“Sekira pukul 18.00 WIB saya sendiri menghubungi beberapa keluarga yang bersangkutan agar pelaku menyerahkan diri. Pukul 18.30 WIB ada konfirmasi keluarga yang bersangkutan memberikan informasi akan menyerahkan yang bersangkutan pukul 20.00 WIB,”jelasnya.

Ternyata, tepat pukul 20.00 WIB yang bersangkutan sudah diserahkan ke Mapolres bersama pihak keluarganya. “Sebelum kemapolres, pelaku dari RS Siti Aisyah dibawa ke rumah keluarganya yang juga mantan polisi. Dan akhirnya tepat pukul 20.00 WIB diserahkan ke Mapolres. Saya sendiri yang menerimanya,” kata dia.

Saat tiba di Mapolres, Dwi mengungkapkan, kondisi pelaku karena telah minum racun dalam keadaan tidak bisa berjalan atau dalam keadaan digendong.

“Akhirnya saya undang dokter dari Polres kita, memastikan sampai yang bersangkutan kondisinya terbebas dari masa kritis. Dan alhamdulilahh pukul 01.00 WIB yang bersangkutan bisa tidur, dan baru bisa dilakukan pemeriksaan pagi harinya,”ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara yang bersangkutan mengakui atas perbuatannya melakukan pembunuhan terhadap istrinya karena khilaf karena sempat cekcok keluarga.

Saat ini kondisi pelaku sudah membaik walaupun belum pulih 100 persen. Sudah bisa jalan,  pokoknya sudah membaik dari posisi awalnya yang tidan bisa jalan. “Atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal 338 dengan ancaman hukuman diatas 15 tahun,” tegasnya

Di tempat terpisah, Bahusni kakak ipar almarhum Rozalina menuturkan pristiwa keji menimpa adiknya itu bermula saat Rabu (6/3) kemarin Rozalina mengantar ibunya Zainab ke Rumah Sakit Ar Bunda untuk berobat.

Baca Juga:  Dugaan Penganiayaan, Kedua Belah Pihak Saling Tuntut

“Sekira pukul 11.00 WIB Rozalina bersama ibunya pulang ke rumah,  setelah pulang Rozalina pergi kekamar untuk istirahat,” katanya pada wartawan,  Kamis (7/3).

Saat itu Sudirman sedang menjaga warung, kemudian ia masuk kedalam rumah, saat itu terjadi cek-cok mulut antara keduanya, saat terjadi cek-cok mulut Sudirman mengancam mau cerai dan meminta harta dibagi dua.

“Usai cek- cok mulut Sudirman keluar membawa mobil honda Jazz milik Rozalina. Dan Rozalina pun menelpon Sudirman memintanya pulang, dia mengatakan kalau mau pergi jangan bawa mobil,” ungkapnya.

Saat itu Sudirman mengancam tetap akan bercerai dengan Rozalina, saat itu  Rozalina mengatakan bila mau cerai jangan bawa mobil kalau tidak pulang nanti dilaporkannya ke polisi.

“Mendengar akan dilaporkan ke polisi,  Sudirman langsung pulang memarahi Rozalina, keduanya kembali cek-cok mulut, ibu korban saat itu mendengar mereka ribut, tapi saat itu ibu menyangka itu hal yang biasa namanya suami istri,” terangnya.

Mendengar cek-cok mulut tak selesai-selesai kemudian Zaenab melihat apa yang terjadi.  Saat masuk kamar ia langsung histeris melihat Rozalina berlumuran darah dikamar.

“Saat itu suaminya sedang memegang pisau, lalu beberapa warga mencoba menangkap ,tetapi diacungi acungkan pisau, sehingga warga banyak yang takut, lalu suami korban berlari ke jalan lintas,” paparnya.

Selanjutnya warga membawa korban kerumah sakit Ar Bunda. Diketahui ada empat tusukan ditubuh korban yakni di perut kanan dan kiri, dibawah ketiak dan tangan kanan. Setelah mendapatkan perawatan nyawa korban tidak tertolong dan meninggal dunia .

Sementara itu, Ketua RT 02 ,Kelurahan Kenanga,  Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Herol Muhari (42) mengatakan keseharian Sudirman sama seperti masyarakat pada umumnya.

“Biaso bae, sering kemasjid tapi agak tertutup, dia itu pindahan dari Linggau Ilir disini baru setahun tinggal disini,” ungkapnya pada wartawan,  Rabu (7/3).

Ia menuturkan saat menikah dengan Rozalina, Sudirman berstatus sebagai bujang, keduanya merupakan sama-sama berprofesi sebagai guru.

Suami pertama Rozalina bernama Fatullah Lesmana sudah lama meninggal, kemudian menikah dengan Sudirman sejak enam tahun lalu namun belum dikaruniai keturunan.

“Sudirman guru honorer mengajar di SMP Karang Panggung Kecamatan Selangit, istrinya Rozalina mengajar di SMP 12 Lubuklinggau,” paparnya.

Terakhir bertemu dengan Sudirman saat di menempel belangko pendaftaran KPPS, keduanya sempat berkomunikasi dan ngobrol masalah rekrut KPPS.

“Bertemu kemaren dia mau nempel blangko, saya bilang silahkan tempel saja tidak apa-apa,” pungkasnya. NSR/ AFA

Berikan nilai berita ini?

Berita Terkait ⚡️

error: DILARANG COPAS !!!