Disbudpar Lempar Tanggung Jawab ke DLH, Peserta Danau Rayo “KELAPARAN”

MURATARA, Panjinews.com – Peristiwa memalukan ialah sebutan yang terucap dari sebagian masyarakat Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) atas kejadian yang menimpa tamu undangan dan peserta Festival Danau Rayo 2019 yang kelaparan dikarenakan tidak tersedianya makanan atau jamuan konsumsi untuk tamu dan peserta. Selasa (26/11).

Peristiwa kelaparan ini di ungkapkan A Bastari Ibrahim selaku Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Muratara yang anggota nya ikut menjadi peserta Festival Danau Rayo 2019 hampir muntah karena menahan lapar.

“Miris, hingga pukul 15 : 00 WIB peserta tidak dikasih makan, anehnya saat ditanya ke Dinas Pariwisata katanya baru mau beli nasi. Para peserta sejak puku 08 : 00 WIB sudah ada dilokasi dan banyak yang mual-mual akibat kelaparan,” katanya

Lanjutnya, tidak hanya peserta dari Muratara yang menderita akibat kelaparan. Kejadiian ini juga membuat tamu-tamu lain dari luar daerah banyak yang mundur dan pulang karena tidak tahan kelaparan di lokasi Festival Danau rayo.

“Festival Danau Rayo adalah perhelatan yang besar dan menjadi kebanggaan masyarakat Muratara, kejadian kelaparan ini kejadian yang memalukan Kabupaten Muratara, “bayangkan 17 Kabupaten/Kota hadir dalam perhelatan ini, dalam sekejap hancur karena ulah Dinas Pariwisata Muratara yang tidak profesional mengadakan kegiatan,” kata Bastari.

Ia menambahkan, jika bukan rombongan dirinya yang ikut menjadi peserta dan mengisi tenda, tidak bakalan ada orang yang mengisi tenda festival danau rayo karena jelas kosong, nyaris tak ada yang mampu bertahan.

“Lihat Festival Danau Rayo “kosong’ tenda cuma berisi 7 orang, tamu yang lain pulang dan mengundurkan diri karena kelaparan,” ungkapnya dengan nada kesal.

Seharunya Dinas Pariwisata Muratara dapat mengantisipasi hal seperti ini. Festival Danau Rayo ini di ikuti oleh anak usia sekolah, anak-anak SMA.

Baca Juga:  Apek: Drainase Roboh Karena Hujan dan Sudah di Perbaiki Sedangkan Febri Menilai Karena "Hemat Material"

Sementara itu, Titin Kepala Dinas Pariwisata menampik bahwa hal itu bukanlah tanggung jawab Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melainkan tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup.

“Undangan itukan pukul 13 : 00 WIB, berarti sudah lewat jam makan siang. Pagi ini acara nya Lingkungan Hidup (LH) dan siang harinya baru kegiatan Pariwisata,” ujar Titin saat dibincangi melalui sambungan selulernya.

Dijelaskan Titin, bahwa acara dilokasi ada dua Dinas yang menyelenggarakan yakni Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pariwisata. Sementara untuk acara Festival Danau Rayo diakui Titin adalah kegiatan dari Dinas Pariwisata.

“Pagi hari itu acaranya Dinas Lingkungan Hidup, karena kegiatan mereka dekat dengan lokasi, dan kebetulan hari sedang hujan, jadi mereka memakai tempat tersebut. Setelah kegiatan DLH baru kegiatan Disbudpar. Pramuka inikan ada acara sendiri, jadi untuk meramaikan mereka kami undang. Acara Disbudpar ini dimulai pukul 13 : 00 WIB, jadi kami tidak menyediakan konsumsi, kami hanya menyediakan konsumsi untuk peserta kesenian,” pungkasnya. TIM

Berikan nilai berita ini?

Berita Terkait ⚡️

error: DILARANG COPAS !!!