Fakta Penolakan Warga Atas Pendirian GKY di Kompleks Sekolah Kasih Yobel

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Heboh dalam sepekan terakhir, terkait pemberitaan adanya dugaan aktivitas gereja terselubung di dalam kompleks sekolah kasih yobel yang beralamat di Jl. A Yani, kecamatan Lubuklinggau utara 2. Diketahui gereja kristus yesus (GKY) yang sedang mengurus izin untuk legalitas pendirian gereja, ternyata menuai penolakan dari warga sekitar lingkunganya.

Ketua Rt. 07, kelurahan Jogoboyo, Ali Tobit saat dikonfirmasi wartawan membenarkan bahwa akan adanya pendirian gereja di dalam kompleks sekolah kasih yobel. Namun meski mendapatkan sebagian dukungan dari warga, untuk melengkapi berkas pengajuan izin, tak hayal ada yang mendukung, ternyata banyak juga yang melakukan penolakan adanya pendirian gereja di wilayah tersebut, sehingga menghambat proses terbitnya izin pendirian GKY tersebut.

“Bisa dikatakan 101 persen di Rt.07 jogoboyo ini memeluk agama muslim. Sesuai uud itu tidak dibenarkan membangun gereja di perkampungan muslim. Sedikitnya ada 40 warga yang menolak dan untuk surat penolakan sudah kita tembuskan ke kemenag, lurah dan camat,” tegasnya

Masih kata Ali Tobit, dibenarkanya kalau sudah sering terjadi aktivitas peribadatan di lokasi yang akan menjadi gereja tersebut. Karena secara infrastruktur sebenarnya sudah siap tinggal mereka mengurus izinya lagi. Namun terkendala penolakan warga dan dianggap tidak layak dibangun gereja di tengah kampung muslim.

“Sudah ada itu, dia itu seperti kegiatan nyanyi-nyanyi pada sabtu dan minggu, namun tak berlangsung lama. sampai ada warga yang bertanya ada apa itu pak. Karena kalau gereja emang seperti itu aktivitasnya, kalau gedung serbaguna tidak mungkin seperti itu, menurut laporan warga saya. Makanya kita tolak, karena kita merasa resah,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Rt 01 Kelurahan Puncak Kemuning, Bustomi mengatakan pihaknya juga telah melayangkan surat penolakan beberapa warganya ke kantor lurah dan kantor camat.

Baca Juga:  GOR Lubuklinggau di Renovasi, Wujud Pemkot Memajukan Sektor Olahraga dan Pariwisata

“Sedikitnya sudah ada 12 orang yang menolak terkait adanya pendirian gereja, untuk sementara waktu ini baru 12 orang yang menolak, karena saya memang tidak menanyakan langsung pada masyarakat secara keseluruhan, 12 itu hanya yang ada disekitar areal pembangunan gereja saja. Saya yakin masih banyak yang menolak,” tegas Bustomi

Bustomi menjelaskan, Ada tiga kelurahan dan sekitar beberapa Rt yang berada disekitar pendirian gereja, yakni kelurahan Puncak kemuning, Rt. 01, kelurahan Jogoboyo, Rt. 07 dan kelurahan megang Rt.03.

“Melalui koordinasi kita antar RT, masih terdapat penolakan warga di daerah mereka masing-masing. Sedangkan untuk diwilah puncak kemuning, khususnya saja di Rt kita hampir 100 persen memeluk agama islam,” tukasnya.

Berikan nilai berita ini?

Berita Terkait ⚡️

error: DILARANG COPAS !!!