Firdaus Cik Olah Pastikan Jadi Rival Petahana di Pilkada MURA

MUSIRAWAS, Panjinews.com – Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya (DPD Golkar) Kabupaten Musirawas, menggelar Refleksi Akhir Tahun dengan tema “Posisi Partai Golkar Musirawas Dalam Pilkada 2020” di Cozy Style Hotel Lubuklinggau, Minggu petang (22/12).

Dalam moment tersebut turut dihadiri kader partai Golkar Musi Rawas, awak media dan akademisi. Ini untuk memantapkan langkah Partai Golkar dalam Pilkada Musirawas 2020 mendatang, Narasumber gelaran itu diantaranya Ketua DPD Firdaus Cik Olah, Ketua PWI Mura Nopiansyah dan Akademisi Dekan Unmura DR. Fadhillah Harnawansyah.

Firdaus Cik Olah langsung mempertegas bahwa dirinya maju sebagai calon bupati. Kalau berbicara wakil, dirinya mengaku resikonya sama saja, karena harus juga mundur sebagai anggota DPRD.

“Saya pastikan tetap menjadi calon bupati, karena bila hanya untuk menjadi wakil bupati dirinya tak perlu berbuat berlebihan seperti ini, cukup dengan jumlah 7 kursi golkar saya sudah bisa kalau mau bergaining menjadi wakil, tapi saya tegaskan saya akan mencalonkan diri menjadi bupati Musi Rawas di pilkada 2020 mendatang,” katanya.

Golkar Mura dengan raihan 40.309 suara dan menempati 7 kursi di DPRD Mura di 6 dapil, menjadi bukti bahwa Golkar harus merebut tampuk Bupati Mura. “Siap dengan keputusan sebagai calon bupati, dan dengan modal awal 40.309 raihan suara pada pileg dan 7 kursi di DPRD mura saya rasa itu akan menjadi semangat tersendiri untuk dapat berkompetisi di pilkada mura,” tegasnya.

Sementara, DR Fadhillah menilai input dan kritik sangat perlu untuk membangun dengan perubahan signifikan dan keterbukaan. Karena, akademisi bidang politik, parpol yang menuju modern hanya 2 partai yg paling siap, salah satunya itu Golkar.

“Pengkaderan di Golkar jelas terstruktur dan sistematis sebagai partai modern dan profesional. bahkan Golkar sudah ada roadmap 2045 membawa bangsa,” ujarnya.

Baca Juga:  Kajari: Kasus Dugaan Tipikor Disdikbud Mura Segera di Eksekusi

Posisioning Golkar sudah sangat baik dengan media, karena media menjadi corong, kader golkar yang ditampilkan 2020 tinggal pencitraan yang intens, mumpung masih ada waktu. “Marketing politiknya disiapkan dengan baik dengan melihat kultural,” ungkapnya. NSR

Berikan nilai berita ini?

Berita Terkait ⚡️

error: DILARANG COPAS !!!