Gaji Tidak Dibayar, Karyawan Sasar Rumah Manajer

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – PT Ratu Prabu Energi Tbk, ialah perusahaan yang bergerak di pertambangan emas. PT tersebut telah mengklaim memiliki lahan eksplorasi emas di Desa Pulau Kidak Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) sedangkan kantornya berlokasikan di kelurahan Sukajadi kecamatan lubuklinggau barat 1. Kota Lubuklinggau.

Ratusan karyawan yang kesal lantaran tidak menerima gaji selama 3 bulan menjarah kantor pt tersebut, hingga tiada satupun barang tersisa. Bahkan merasa tak puas setelah menjarah se isi kantor, ratusan karyawan pun menggeruduk ke rumah Manajer PT Ratu Prabu Energi, Masril alias Baron beralamat di Rt.7 kelurahan muara enim kecamatan lubuklinggau barat 1 dengan maksud untuk menjarah seisi rumah tersebut, dikarenakan Baron dan keluarganya tak lagi di rumah.

Kapolsek Lubuklinggau Barat, Iptu Sofyan Hadi memberikan pemahaman kepada karyawan perusahaan yang hendak menjarah seisi rumah Manajer PT Ratu Prabu Energi, di kelurahan Muara enim kecamatan Lubuklinggau Barat 1, Senin (19/2) sekira pukul 18.00.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar melalui Kapolsek Lubuklinggau Barat, Iptu Sofyan Hadi membenarkan ratusan karyawan bermaksud untuk menjarah isi rumah, namun tindakan mereka mampu di cegah Kapolsek.

“Kalau merasa kena tipu dan tidak terima gaji jangan merusak lingkungan, kasian warga sekitar sini ikut kena imbasnya nanti, cukup kalian data berapa korbannya dan laporkan ke pihak berwajib, biar kami yang urus soal penipuan ini. Karena menjarah adalah tindakan melawan hukum, jangan selesaikan persoalan hukum dengan tindakan anarkis yang juga melanggar hukum,” ungkap Polisi berpangkat Iptu ini.

Setelah mendapat pencerahan dari kapolsek, ratusan karyawan pun bubar dengan tujuan ke polres lubuklinggau, untuk melaporkan Baron ke pihak kepolisian.

“Inikan perkara hukum, jadi selesaikanlah melalui jalurnya. Kalau memang ada yang kena tipu dan menyerahkan uang saat masuk kerja, itupun diharapkan ada kwitansinya agar pengusutan perkara lebih mudah,” jelasnya

Sementara itu berdasarkan pantauan media, ratusan karyawan yang menggeruduk rumah manajer setelah sebelumnya menjarah isi kantornya ini disebabkan oleh selama mereka bekerja 3 bulan lamanya, mereka tidak menerima gaji. Dan mereka masuk kerja sudah dipinta uang dengan nominal bervariasi, mulai dari 5 juta, serta dijanjikan bekerja menjadi karyawan dengan gaji 4,8 juta perbulan. Inilah yang memicu kekesalan karyawan, karena sampai hari ini status mereka tidak ada kejelasannya dari pihak perusahaan dan gaji yang dijanjikan tak kunjung dibayar. RED

Berita Terkait ⚡️

error: DILARANG COPAS !!!