Gmni Berikan Kado “Bedil Buluh” di Hut Adhiyaksa 59 Kejari

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Peringatan Hari ulang tahun (Hut) Bakti Adhyaksa yang ke-59 Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau diwarnai aksi unjuk rasa dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Lubuklinggau, Senin (22/7) sekitar pukul 14.30 WIB.

Masa yang berjumlah puluhan orang tersebeut, membawa sejumlah spanduk bertuliskan kritik untuk kinerja kejari Lubuklinggau, selain spanduk kritikan masa juga membawa bedil buluh (sebutan untuk meriam yang terbuat dari bambu) untuk diserahkan kepeda Kepala Kejaksaan Negeri Lubuklinggau Hj Zairida sebagai hadiah peringatan hut Adhiyaksa ke-59.

Koordinator aksi, Ario Pandiko, didampingi ketua Dpc Gmni Lubuklinggau, Rikek Dwi Putra, dalam orasinya didepan pintu masuk kejari Lubuklinggau, menuntut aparat penegak hukum khususnya Kejari Lubuklinggau segera meningkatkan status hukum, terkait masalah tindakan pungli yang dilakukan disdik Kabupaten Musi Rawas. Status hukum tindakan pungli Berkah Kades PMD Kabupaten Mura. Dan beberapa kasus dugaan tipikor lainya.

“Status hukum pembangunan IPAL RSUD Rupit dan pengadaan ALKES oleh Dinkes Kabupaten Muratara di indikasi kuat adanya penyimpangan dari pihak pengelola anggaran, makanya kita bawa bedil buluh untuk kado kejari, karena action kejari sejauh ini dinilai tidak maksimal, banyak kasus mangkrak, stagnan dan terkesan hilang, seperti halnya bedil buluh bersuara keras tapi hanya suaranya saja yang keras,”kata Ario Pandiko saat orasinya.

Selain itu, usut tuntas disinyalir ada aktor intlektual kasus AKN dan peningkatan status hukum Lelang jabatan Muratara, karena sampai hari ini belum terungkap serta status hukum pembangunan cacat fisik, RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau dan terkait temukan BPK.

Lanjut Ario, pihaknya juga mempertanyakan kinerja TP4D, serta pengawasan terkait bongkar pasang Gedung Pemkot Lubuklinggau dan pembangunan sembilan Pukesmas di Kabupaten Musi Rawas diduga bermasalah dalam proses pengerjaannya.

Baca Juga:  Caleg Muda Optimis Merangkul Pemilih Mileneal

“Mendesak Kajari Lubuklinggau untuk tidak tebang pilih kasus, dan segera menyelesaikan segala kasus yang ditangani Kejari, kita beri limit waktu dua Minggu, apabila tuntutan kami tidak di indahkan, maka kami meminta Kajari Lubuklinggau untuk mundur dari jabatannya, serta akan melaporkan semua dugaan kasus mangkrak ini ke Kejagung dan KPK,”tutupnya

Sementara itu, menanggapi aksi mahasiswa, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Lubuklinggau Marlin Ritonga sempat berdialog dengan para demonstran, dan Marlin memfasilitasi dua orang perwakilan dari masa GMNI untuk menyampaikan pendapatnya didalam ruangan.

”Ibu Kejari sedang dinas luar. Jadi, tidak bisa menemui massa,”ujar Marlin Ritonga.

Namun para demonstran tetap bersikeras ingin bertemu langsung dengan Kajari Lubuklinggau untuk memberikan secara langsung hadiah di Hari Bakti Adhyaksa berupa bedil buluh. Namun dikarenakan Kajari sedang dinas luar, hadiah dari para demonstran diterima dan diwakilkan oleh Kasi Intel Marlin Ritonga. NSR

Berikan nilai berita ini?

Berita Terkait ⚡️

error: DILARANG COPAS !!!