Hingga Agustus, 17 Orang Meninggal Dunia Dalam Kasus Lakalantas

*Akp Feby: Lakalantas Pembunuh Nomor Lima Terbanyak Versi WHO

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Menurut data kepolosian Polres Lubuklinggau sejak Januari hingga Agustus 2018, telah terjadi 19 peristiwa kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) dan tercatat 17 orang meninggal dunia (md), dua luka berat (luber) dan tujuh luka ringan (luring). Hal itu diungkapkan Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar melalui Kasat Lantas, AKP Feby Febriyana saat dibincangi wartawan di ruangan kerjanya, Selasa (4/9).

Menurut AKP Feby Febriyana, Lakalantas menjadi pembunuh nomor lima terbanyak menurut data who. Di Lubuklinggau sendiri dari januari hingga agustus ada 19 peristiwa laka yakni terjadi dibulan Januari 3 laka , Februari 3 laka , Maret 3 laka, April 2 laka, Mei 4 laka, Juni 1 laka dan Agustus 3 laka. “mayoritas korban laka lantas didominasi umur 30 tahun kebawah dan kebanyakan faktor utamanya human error atau kelalaian pengendara,” terangnya.

Lanjutnya, dari 19 kasus laka tersebut, tiga diantaranya yakni kasus tabrak lari. “Alhamdulillah banyak kasus laka telah diselesaikan, tinggal beberapa kasus lagi yang belum terselesaikan (masih proses lidik) salah satunya tabrak lari yang menyebabkan korban meninggal dunia di depan hotel dafam, itu masih dalam proses lidik karena kita  kesulitan disana tidak ada saksi mata yang mengetahui persis nopol mobil yang menabrak, kita masih mengumpulkan data untuk pengembangan,” paparnya.

Feby menambahkan, sejauh ini belum ada laka yang menonjol, semuanya masih dalam kategori laka standar, dan black spot (titik rawan kecelakaan) berada di pertigaan bandung ujung, jalan yos sudarso depan lippo dan jm serta perbatasan antara kota dan kabupaten mura di dekat kampus stie dan stimik mura. Data black spot ini ditentukan selama kurun waktu 3 tahunan.

Baca Juga:  525 Batang Ganja di Sita Dari Desa Sukaraja Muratara

“Selain kawasan black spot, pengendara juga wajib berhati-hati khususnya di jalan lingkar Utara dan lingkar selatan, karena di sana Jalan tracknya lurus dan kalau malam minim penerangan, intinya dimanapun itu kewaspadaan dan kesadaran berkendaraan yang baik harus tetap ditaati,” katanya.

Polisi berpangkat AKP ini juga menghimbau pada masyarakat pengguna jalan untuk mematuhi rambu lalulintas dan melengkapi semua kelengkapan berkendaraan sesuai standar nasional indonesia (SNI) itu bertujuan untuk keselamatan dalam berkendaraan. Ia juga mengingatkan untuk  orang tua jangan sesekali memberikan izin untuk anak sekolah yang belum cukup umur dan belum memiliki Sim, karena akan berakibat fatal bagi keselamatan anak itu sendiri. Dengan harapan kedepanya angka laka lantas dapat lebih di minimalisir lagi.

“Makanya kita gencar melaksanakan giat sosialisasi turun ke sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman dan tata cara berkendaraan yang baik dan benar sesuai prosedur,” tukasnya. NSR/AFA

Berikan nilai berita ini?

Berita Terkait ⚡️

error: DILARANG COPAS !!!