Kades Beli Mesin Sedot Pasir “Jalan Desa Rusak”

MUSIRAWAS, Panjinews.com – Pembelian mesin pompa untuk sedot pasir yang dibeli dari dana desa (DD) untuk digunakan dan dikelola oleh badan usaha milik desa (Bumdes) di Desa Padu Raksa Kecamatan STL Ulu Terawas Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan masih terus beroperasi, Penyedotan pasir yang terindikasi tanpa izin tersebut juga diduga menjadi salah satu penyebab rusaknya jalan menuju desa Padu Raksa.

Menurut warga setempat, RL saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya aktivitas penambangan pasir dan koral, sehingga diduga menjadi menyebabkan akses jalan desa rusak, karena dilalui dump truck yang bertonase berat.

“Satu hari bisa sampai lima mobil bahkan lebih, lalu lalang didesa kami, ini sudah beroperasi kurang lebih tiga tahun terakhir, sedangkan kerusakan jalan desa mulai dari simpang Desa Babat hingga menuju Desa Padu Raksa di Dusun I,” ungkapnya, selasa (15/10).

Lanjutnya, Ia membantah pernyataan kades bilamana hasil dari sedot pasir itu diperuntukan untuk masyarakat desa padu raksa, apalagi bila diberikan secara gratis, itu sangat dibantah dirinya. Kategori pemberian gratis itu bila hanya sekarung atau dua karung, tapi bila sudah hitungan kubik, semobil l300 atau satu dump truck tidak ada yang gratis, tetap harus bayar dan harganya sama seperti ia sering menjual keluar desa.

“Setahu kita hasil dari penjualan pasir dinikmati oleh oknum kades, Kami masyarakat tidak pernah dilibatkan tentang kegiatan milik bumdes ini, boro-boro mau tahu soal laporan penghasilan bumdes setiap tahunya, dan kemana peruntukan hasil bumdes setiap tahunya. Yang ada justru kita tidak pernah dilibatkan dan tidak ada transparansi dari mereka,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Padu Raksa, Majeni saat dikonfirmasi membenarkan ada pembelian mesin sedot pasir untuk Bumdes, dan dirinya membantah kalau ada masyarakat yang protes terkait persoalan ini. “Yang protes itu masyarakat yang mana, silahkan datang kelokasi, kalau usaha ini mau ditutup tidak masalah,” ujarnya.

Baca Juga:  DPD Golkar Mura Akan Somasi Pihak Kecamatan Sumber Harta

Kades berkilah, kegiatan bumdes penyedotan pasir ini satu bulan sekali mujur beroperasi. Usaha ini juga sangat bermanfaat bagi masyarakat setempat. Masyarakat yang butuh pasir diberikan gratis.

“Itu ada catatanya ada pengurusnya, kita tidak tahu berapa kali sebulan beroperasi dan berapa banyak pasir yang sudah keluar, itu semua ada pembukaanya, namun saya tegaskan saya tidak tahu, saya hanya membelikan mesin tersebut, selanjutnya yang mengelolanya bumdes, terkait penyampaian hasil pertahun itu ada kapasitasnya. Sementara jalan yang rusak-rusak itu sudah ditimbun oleh mereka-mereka itu (pengelola bumdes).

Sampai berita ini tayang, Camat STL Terawas dan DLH Musi Rawas belum dapat dihubungi dan diminta keterangannya. TIM

Berikan nilai berita ini?

Berita Terkait ⚡️

error: DILARANG COPAS !!!