Kajari “Warning” Penggunaan Anggaran 3 Milyar Untuk Pengadaan 400.000 Masker di Musi Rawas

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lubuklinggau, Willy Ade Chaidir menyatakan tidak akan memberi ampun kepada para pejabat diwilayahnya yang melakukan penyimpangan anggaran penanganan Covid 19.

“Kalau ada penyimpangan dan terbukti kita Gulung (tindak tegas/proses hukum),”tegas Willy.

Kajari Lubuklinggau menyampaikan bahwa seluruh masyarakat memiliki hak yang sama untuk melapor jika ada penyimpangan terhadap anggaran pemerintah salah satunya dana Covid 19.

” Semua masyarakat bisa semua melapor, semua laporan kita telaah dan kita pelajari,”ujarnya.

Terkait pengadaan masker oleh Diskop Musi Rawas, Kajari Lubuklinggau menyatakan akan memerintahkan jajarannya untuk mencari informasi lebih detail terkait anggaran pengadaan masker yang ditaksir mencapai Rp 3 Miliar tersebut.

Dilansir Linggauupdate,com (Linggaumedia Group) Penggunaan dana, “Covid” pada Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menegah (Diskop UKM) Musi Rawas (Mura), terhadap Pengadaan Masker diduga terjadi Penyimpangan.***

Pasalnya, informasi dihimpun dari sumber yang tepercaya yang namanya minta dirahasiakan mengungkapkan terkait pengadaan masker yang dibiayai dari anggaran Covid pada Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menegah ada potensi terjadi penyimpangan baik teknis dan pelaksanaanya, untuk jumlah yang diproduksi sebanyak 400.000 Masker, dengan nilai anggaran Rp.3 milyar, dalam Kontrak biaya masker per buah sekitar Rp.7,500 ribu dengan bekerjasama pihak Koperasi yang ada di Kecamatan Purwodadi.

“Saya, menduga pengadaan Masker itu Mark Up”. Dan, legalitas pihak Koperasi yang ditunjuk Dinas patut dicurigai.” Dinas, menunjuk Koperasi di Kec.Purwodadi, dan Koperasi merekrut UKM,” ungkap Sumber yang tidak mau disebutkan.

Hal ini, dibantah keras oleh Kepala Diskop UKM, Mura, Yamin Fabli, Senin (24/8) terkait Masker tidak ada Mark Up harga dan pembuatan Masker mengunakan dua lapis bahan terbaik yang tidak ada dipasaran itu sudah wajar harga pun termasuk murah.

Baca Juga:  "Warga Apresiasi" H2G Resmikan Jembatan Desa Muara Megang

“Nilai kontrak, Masker per buah Rp.7,400 ribu, dan yang diterima UKM Rp.6,500 ribu, sisanya itu PPH dan PPN,” kata Kadis Diskop Mura.

Masker, yang telah di distribusikan ke masyarakat berkisar 6000 buah dan dibagi langsung oleh pak Bupati Musi Rawas.

“Pembagian 6000 Masker itu. Akui Kadis, dibagi langsung oleh Hendra Gunawan (Bupati) Mura,” ungkap Yamin Fabli.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura ditahun 2020 telah Merealokasi Belanja Daerah dalam Rangka Penanganan Pandemi Covid-19 di Tahap II melalui Program Kegiatan pada Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop dan UKM) Mura, untuk Pengadaan Masker dengan anggaran sekitar Rp.3 milyar. (TIM)

Berikan nilai berita ini?

Berita Terkait ⚡️

error: DILARANG COPAS !!!