KPU Lubuklinggau Targetkan 80 Persen Partisipatif Pemilih di Pemilu 2019

*Besar Harapan Relawan Demokrasi Sebagai Ujung Tombak Untuk Mendongkrak Partisipatif Pemilih

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Dalam rangka mencapai bahkan melampaui target pemilih nasional sebesar 77,5 persen, KPU Lubuklinggau melantik sekaligus memberikan bimbingan tekhnis pada 55 Relawan Demokrasi yang terdiri 11 basis dengan kalangan pemilih yang berbeda-beda. Pelantikan tersebut dilaksanakan di Hotel Dewinda Lubuklinggau, Kamis (31/1).

Saat prosesi pembacaan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh ketua KPU Lubuklinggau, Topandri

Pantauan wartawan dilapangan, pengukuhan tersebut turut dihadiri Sekretaris KPU Lubuklinggau, Trisko Defriansyah dan seluruh jajaran anggota KPU Kota Lubuklinggau, perwakilan Pemkot Lubuklinggau, Ketua DPRD Lubuklinggau, H Rodi Wijaya, Komisioner Bawaslu Lubuklinggau, Bahusi, perwakilan Dandim 0406 MLM, perwakilan Polres Lubuklinggau serta tamu undangan lainnya.

Ketua KPU Lubuklinggau, Topandri di dampingi Komisioner KPU Divisi Sosialisasi SDM dan Parmas, Andri Afandi mengungkapkan, kehadiran Relawan Demokrasi Pemilu untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilu 17 April 2019 mendatang.

“Kita targetkan partisipasi pemilih melampaui target nasional yakni 77,5 persen bisa mencapai 80 persen,” katanya.

Topandri menambahkan, 55 relawan yang sudah dilantik diharapkan mampu menunjukan sikap independen, imparsial, netral atau nonpartisan.

“Apabila dikedepan hari ada yang tidak netral, maka akan lita kenakan sanksi mulai dari kode etik hingga diberhentikan sebagai sanksi terberatnya,” jelasnya.

Untuk diketahui, setelah dilantik, 55 Relawan Demokrasi KPU Lubuklinggau akan mengikuti Bimtek yang dimentori seluruh Komisioner KPU Lubuklinggau, untuk memperoleh informasi terkait sosialisasi kepemiluan.

Hal senada diungkapkan, Andri Afandi mengatakan relawan demokrasi ini sebagai ujung tombak sosialisasi yang diharapkan mampu mendongkrak partisipasi pemilih. Karena ia terbagi dalam beberapa basis golongan masyarakat sebagai sasaran sosialisasinya.

“Ada 11 basis, diantaranya ada kalangan basis pemilih pemula, netizen, disabilitas danasih banyak lainnya, selain kita memiliki ppk dan pps sebagai ujung tombak penyelenggaraan kita juga berharap mampu meningkatkan partisipasi pemilih dengan adanya relawan demokrasi ini. Apalagi relawan ini di dominasi oleh kaula muda yang kita harapkan mudah dalam bergaul dan energic,” tukasnya. NSR

Berita Terkait ⚡️

error: DILARANG COPAS !!!