Lantaran Suami Kabur, Ibu Hamil Terpaksa Mendekam di Penjara

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Dengan mengenakan rompi tahanan, SN (22), hanya bisa pasrah dan menangis ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Hasbi yang diwakilkan JPU Rosdianah SH membacakan surat dakwaan atas dirinya saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Rabu (3/7).

Saat persidangan, SN, istri Fk (DPO pihak kepolisian), terlihat mengusap perutnya yang telah beranjak ke usia enam bulan kehamilan, sambil sesekali menyeka air matanya yang jatuh membasahi pipinya, sembari menghirup aroma minyak kayu putih untuk menghilangkan rasa mual seperti yang dialami wanita hamil pada umumnya.

Ada dua dakwaan berdasarkan surat dakwaan dengan nomor registrasi perkara PDM-126/LLG/ENZ.2/06/2019 yang dibacakan JPU Rosdiana SH.

Pertama terdakwa SN diancam pidana pasal 112 ayat 1 Undang-Undang (UU) nomor 35/2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 800 juta dan paling banyak Rp.8 miliar.

Kemudian dakwaan kedua, terdakwa Santi diancam pidana pasal 131 ayat 1 UU nomor 35/2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman satu tahun penjara dan atau denda maksimal Rp50 juta.

Mirisnya lagi, tidak ada satupun anggota keluarga, apalagi suami yang hadir menemani SN menjalani sidang perdananya itu. Bahkan Ketua Majelis Hakim, Yuli SH, sempat memberikan semangat kepada terdakwa agar berhenti menangis, karena mengkhawatirkan kondisi anak di dalam kandungan SN.

Selain itu, dua hakim anggota, Syahreza Papelma SH dan Dian Triastuti SH terlihat sesekali memandang dengan iba kepada terdakwa Santi yang masih terus menangis dan diliputi rasa ketakutan mendalam, karena belum pernah berurusan dengan pihak berwajib sebelumnya.

Pantauan wartawan, Santi dari balik sel tahanan PN Lubuklinggau, seusai sidang setelah meminta izin dengan penjaga tahanan. Dengan mata yang masih sembab karena masih menangis dan terbata, Santi mulai mencurahkan perasaan pilunya kepada wartawan.

Baca Juga:  Jangan Jual Harga Diri Dengan Money Politic

Santi mengaku, sejak pertama ditahan pihak Satresnarkoba Polres Mura sampai ia menjalani sidang pertama ini, tak ada sekalipun anggota keluarga dari pihak suaminya yang datang menjenguk ataupun memberikan support kepadanya. “Nggak ada mas, ibu kandung saya saja yang sesekali menjenguk saya di tahanan mas,” tutur Santi sesenggukan menahan tangis.

Menurut SN, pihak keluarga suaminya memang sudah tidak menyetujui hubungan anaknya dengan Santi. “Saya juga nggak ngerti mas, kenapa nggak suka sama saya. Mungkin karena saya dari keluarga nggak punya,” ucapnya pilu.

Saat wartawan, hendak berpamitan dengan SN, berulang kali SN meminta tolong kepada kami dan kembali menangis. “Tolong saya mas, saya takut,” pinta SN di penghujung perjumpaan kami.

Untuk diketahui, penangkapan SN, warga Desa Semangus Baru, Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Mura ini, terjadi pada Sabtu (13/4) silam, oleh Satresnarkoba Polres Mura.

Penangkapan terhadap SN berawal dari informasi warga kepada polisi jika suaminya berinisial Fk sedang ada dirumah tersebut. Fk sendiri sudah lama menjadi incaran polisi dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk kasus Narkoba. Saat polisi melakukan penggerebekan, Fk berhasil kabur dengan cara menceburkan diri ke sungai Musi.

Polisi kemudian melakukan penggeledahan dirumah tersebut dan menemukan barang bukti diduga narkoba jenis sabu diatas kasur di kamar SN. Barang bukti lain yang didapat diantaranya timbangan digital, sekop kecil, tiga bal plastik klip bening serta uang tunai senilai Rp4 juta, yang belakangan diakui SN adalah uang simpanan miliknya. RIL

Berikan nilai berita ini?

Berita Terkait ⚡️

error: DILARANG COPAS !!!