Modus Prostitusi Online Berujung Pemerasan

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Jajaran polres lubuklinggau menangkap pelaku pemerasan dengan modus syndicate prostitusi online. Pelaku dijerat sesuai pasal 368 kuhp yakni pemerasan.

Kapolres Lubuklinggau, Akbp Dwi Hartono melalui Kapolsek Lubuklinggau barat, Iptu Sofyan Hadi mengatakan modus pemerasan melalui prostitusi online ini di lakukan oleh empat tersangka yang berasal dari kota lubuklinggau. Dengan korbanya, Muhadi (31), warga rt.04 kelurahan sumber agung kecamatan belitang, kabupaten oku timur, Sumatera Selatan.

Ke Empat tersangka tindak kriminal pemerasan diamankan di mapolsek Lubuklinggau Barat bersama barang bukti hasil kejahatannya, Kamis (20/12)

“Mega (21). Andi Sutiono (22), Apriyondi (22) ketiganya warga Kelurahan Sidorejo, sedangkan Redo Tomi (25) warga kelurahan linggau ilir kota lubuklinggau,” papar kapolsek.

Diceritakan Kapolsek, dalam menjalankan modusnya, ke empat pelaku memiliki peran yang berbeda. Tepatnya pada jumat (7/12) sekira jam 17.30 wib korban berkenalan dengan Mega melalui medsos wechat kemudian dari hasil perkenalan tersebut Mega mejajakan diri untuk kencan kemudian antara korban dan Mega berjanjian untuk pesan hotel setelah masuk kamar.

Tiba-tiba didatangi oleh tiga orang laki-laki tidak dikenal yaitu tersangka Andi mengaku sebagai suami dari Mega dan Tomi mengaku sebagai polisi serta Pion merupakan temannya, setelah itu korban langsung diminta sejumlah uang sebesar Rp.5.000.000 ( lima juta rupiah) apabila tidak bisa memberi uang tersebut diancam akan dibawa kekantor polisi.

“Merasa ketakutan korban mengajak ke ATM bri kelurahan pasar pemiri untuk mengambil uang. Tidak sampai disitu tersangka berulang lagi pada selasa (18/12) sekira jam 21.00 wib rombongan tersangka melakukan perbuatannya lagi, yaitu mengajak ketemu di stasiun meminta uang kembali pada korban karena tidak bisa memberikan uang kendraaan korban dibawa oleh rombongan tersangka,” jelas kapolsek.

Atas kejadian tersebut akhirnya korban melaporkan peristiwa itu ke mapolsek lubuklinggau barat, mendapat laporan itu, polsek langsung bergerak mencari informasi, penangkapan ke empat tersangka bermula rabu (19/12) sekira jam 15.30 wib unit reskrim polsek barat langsung melakukan penyelidikan diketahui Mega tinggal di kel siderjo langsung dilakukan pengerbekan di rumah mega dan dapat diamankan.

Baca Juga:  Heri Miyanto Pelaku Penusuk Anggota TNI AD "Menyerahkan Diri"

Selanjutnya dilakukan pemancingan kepada ke tiga tersangka lainnya, yakni Andi yang berperan sebagai suami mega untuk menyerahkan sepeda motor korban tersebut dengan memberikan uang tebusan sebesar 5 juta guna menukar sepeda motor milik korban.

“Akhirnya tersangka terpancing untuk bertemu dengan korban setelah dijanjikan koraban untuk menukar sepeda motor dengan uang. Andi menyuruh korban mengantar uang tersebut di idomaret kel.lbk aman dan tersangka bersama temannya pion akhirnya berhasil ditangkap. Selanjutnya dikembangkan kembali untuk menagkap Tomi di kel linggau ili. Dan akhirnya semua tersangka berhasil diamankan, selanjutnya para tersangka di bawa kepolsek llg barat guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Menurut penuturan tersangka, ke empatnya mengaku telah melakukan modus pemesarasan tersebut, dengan modus prostitusi lewat jaringan medsos untuk manfaatkan korban. Kita amankan sebagai barang bukti uang hasil pemerasan sebesar 5 juta yang di belikan tersangka berupa perhiasan emas dua buah cincin dan satu pasang antingan, satu hp jenis mito warna hitam, se unit sepeda motor honda supra x 125 , se unit sepeda motor honda bead, serta seperangkat alat bong (alat hisap shabu) ditemukan Mega,” tukasnya. NSR

Berikan nilai berita ini?

Berita Terkait ⚡️

error: DILARANG COPAS !!!