Jangan Sampai Muratara Bangkit Hanya Sebatas Slogan

MURATARA, Panjinews.com – Jalan merupakan Nadi Perekonomian Masyarakat, apabila jalan itu baik maka bisa melancarkan aktivitas masyarakat dalam membawa isi buminya, namun ketika jalan itu buruk, dan rusak otomatis bisa membuat aktivitas masyarakat tersendat, dan bisa-bisa perekonomian masyarakat menjadi lumpuh akibat jalan yang sangat sulit untuk di lewati.

Salah seorang Aktivis Pemuda Muratara, Arieo Pandiko BK mengatakan, ia mengkrtisi Infrastruktur di kabupaten Musi Rawas Utara, salah satu nya adalah Infrastuktur jalan yg ada di Wilayah Kabupaten Muratara, belakangan kondisi Jalan daerah Muratara menjadi sorotan. Karena banyak nya kondisi jalan yang Rusak, tepatnya di jalan poros Simpang Nibung ke arah SP 10, ataupun Sp 9 ditambah lagi sudah viral di media sosial, namun belum ada upaya perbaikan dari pemerintah Kab. Muratara.

Dijelaskanya, kondisi kabupaten saat ini merupakan kemunduran selama kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati (Syarif-Devi) , khususnya pada pembangunan infrastruktur jalan. jikalau di Flashback kebelakang, sebelum terjadinya Pemekaran dari Kabupaten Induk Musi Rawas, Infrastruktur Jalan poros di daerah memang belum merata sama sekali, namun jalan itu agak lebih baik bila di lewati baik kendaran roda dua maupun kendaraan roda Empat, seprti di saat masyrakat beraktivitas.

Akan tetapi seperti saat sekarang ini, Muratara bangkit hanya sebatas slogan saja. Karena dapat dinilai mengalami kemunduran pembangunan infrastruktur, untuk sekarang selama kepemimpinan Syarif-Devi,  beberapa tahun terakihir masyarakat banyak yang mengeluhkan kondisi jalan rusak, karena Aspalnya sudah banyak berlubang, bahkan berlumpur, dan banyak kondisi Jalan yg Rusak dan sangat berbahaya bila dilewati oleh msyarakat.

“Bahkan ketika di guyur Hujan Jalan nyaris ada yang Seperti Kubangan Kerbau, bahkan ada mobil yg terperosok karena jalan yang berlubang,” terangnya.

Ditambahkannya, jalan poros nibung mulai rusak yakni mulai dari desa sungai manau dan sungai kunyit hingga ke dalam. “Mas’ayallah Jalan itu Rusak berat, dan benar-benar Parah. Tidak sedikit masyarakat yang mengalami laka lantas disana. Sebenranya bagaimana masyarakat akan hidup sejahtera bila akses mereka saja sering terisolir. Makanya kita bertanya apakah pemerintah Kab. Muratara ini ada Pemimpinnya gak sih,” ujarnya seraya bertanya.

Diketahui bersama dengan melelui proses yang sangat panjang Sehingga terjadi nya Pemekaran menjadi DOB Kabupaten Muratara, dan sudah memiliki Pemimpin Defenitif, melalui Pilkada pada tahun 2015 , dan Pemerintahan ini juga sudah hampir masuk masa bakti 4 Tahun, akan tetapi untuk Pemerataan Pembangunan seperti nya Pemerintahan Syarif-Devi tidak memiliki program Prioritas dalam melakukan pembangunan Infrastruktur.

Baca Juga:  Gmni: Aksi Solidaritas Galang Dana Jangan Dipolitisir

Semua tahu dengan terpilih nya Putra Asli Daerah, masyarakat banyak berharap agar Kabupaten Muratara yang sama-sama kita cintai ini lebih maju dan lebih berkembang seperti daerah-daerah lainnya.

“Akan tetap kita sama-sama lihat kemajuannya , coba lihat saja Pembangunan Infrastruktur yang sudah dilakukan oleh Bupati-wakil Bupati yang sudah masuk 4 Tahun kepemimpinan,  sebenarnya berbicara soal jalan, jalan poros di Kabupaten Muratara banyak bukan jalan poros nibung saja, misalakan jalan poros Kec Rawas Ulu-Ulu Rawas, belum ada juga perbaikan secara signifikan yg dilakukan oleh pemerintah. Belum lagi kalau kita membicarakan pembangunan kompleks perkantoran, kan juga tidak ada, ini kan, kesannya, menujukan bahwa tidak ada pembangunan infrastruktur skala prioritas. Selama kepemimpinan syarif-Devi ini,” Tutur Arieo Aktivis Muda Kelahiran Desa Remban ini.

Ia juga menyoroti Jalan Poros Nibung yang menghubungkan antara kec. Nibung dan Rawas Ilir, diketahui bersama jalan poros yang rusak itu menjadi polemik  sehingga keluarnya surat Rekomendasi anggota Dewan kepada Bupati.

Menurut Arieo persoalan jalan tersebut, antara pemerintah dan perusahaan yang ada disana sama-sama saling tidak mau di salahkan. “Kalau bahaso Dusun Awak Seperti Main Bola Tabok (Kasti) Penteng Kesiko-Penteng Kesitu, Untal kesiko Untal Pulak Kesitu (Lempar Ke sana-Lempar Ke Sini),” ungkapnya dengan gelagat asli Muratara.

Inikan menunjukan bahwa tidak ada nya pihak yang mau bertanggung jawab atas kerusakan jalan tersebut. Bisa saja mengakibatkan mereka merasa, ada yang merasa di untungkan dan juga ada pihak yang merasa di rugikan, Mestinya Bupati Muratara selaku pemimpin kepala Daerah Harus Cepat mengambil Sikap dalam Menangani persoalan seperti ini, Pemerintah Jangan terlalu Lamban lah dalam mengambil tindakkan, guna untuk kelancaran semua.

Ada beberapa Perusahaan besar seperti Perusahaan Triaryani, Perusahaan Garuda Food, yang Sering kali Setiap Operasional menggunakan mobil dengan berukuran dan bertonase besar sering melintasi jalan poros tersebut.

“Jikalau kita memang punya pemimpin yang peka dan betul-betul punya skill membangun, agar segera memperhatikan kondisi infrastruktur tersebut sehingga masyarakat dapat merasakan lancarnya aktivitas dalam munujang usaha guna dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” harapnya. (RIL)/ NSR

Berikan nilai berita ini?

Berita Terkait ⚡️

error: DILARANG COPAS !!!