“Proyek Siluman” di Kelurahan Muara Enim, Diduga Banyak Curi Keuntungan

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Proyek pembangunan jalan ready mix di rt.07 kelurahan muara enim, kecamatan Lubuklinggau barat 1, tepatnya di dalam areal komplek perumahan griya bumi lematang enim, layak untuk disebut sebagai proyek siluman. Pasalnya hasil penelusuran wartawan dilapangan tampak tidak ditemukan papan proyek dilokasi pekerjaan, padahal papan proyek itu harusnya menjadi identitas proyek tersebut.

Berdasarkan pantauan lapangan, wartawan sempat melihat ada sejumlah tukang yang bekerja disana, namun ketika ditanya jalan ini pembangunanya hingga sampai kemana, dan siapa pemilik proyek ini, lantas jawab tukang yang tidak diketahui namanya mengatakan ia tidak tahu persis, ia hanya bekerja saja.

Selain itu, kesaksian wartawan dilapangan melihat, jalan yang semestinya di cor ready mix entah dengan kekerasan K225 atau K250 itu sempat dihamburkan koral yang sudah dicampur pasir semen dan batu terlebih dahulu, sebelum di cor menggunakan mobil molen. Ini kan bisa diduga pengurangan volume serta kekerasan ready mix cornya dapat dikatakan hanya dibagian atasnya saja, sedangkan dibagian dalamnya terdapat koral sebesar mangga.

Menurut Agam, selaku pengamat kebijakan pemerintah dan pemuda dikota lubuklinggau, menilai tidak selayaknya ditemukan proyek siluman tanpa identitas dikota Lubuklinggau ini, karena dirinya beracuan pada undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan publik.

“Sudah sepatutnya khalayak ramai diberitahu tentang identitas proyek tersebut, karena masyarakat dan pemuda ialah agen of control dari setiap kebijakan pemerintah. Kalau ada identitas proyek kan kita tahu, siapa yang mengerjakanya (Kontraktor/Rekanan CV nya) dan juga dapat dipantau anggaran yang digunakan itu dari mana sumbernya, lama pengerjaan serta berapa volumenya kan semua akan tahu. Ini merupakan upaya bersama untuk mewujudkan indonesia bersih dari KKN. Masyarakat pun harus cerdas,” katanya.

Baca Juga:  "Gelar" Pelatihan Saksi Parpol Agar Bekerja Sesuai Tupoksi

Masih kata Agam, terkait adanya dugaan curi keuntungan dengam cara curang yakni dengan menambahkan batu dibagian dasar sebelum di cor memakai molen, ini jiga patut diawasi. Bilamana rab atau petunjuk pengerjaan emang sepertinitu ya tidak masalah. Tapi bila tidak ada dalam rab. Hanya sebatas akal-akalan rekanan untuk meraup untung lebih, ini wajib dilaporkan ke Aparat penegak hukum (APH).

“Bagaimana kualitas bangunan mau maksimal kalau proses pengerjaanya selalu di akal-akalin demi meraup keuntungan besar. Untuk itu saya mengajak semua element masyarakat. Awasi lingkungan kita, mulailah membangun indonesia dari diri kita dan lingkungan kita. Tolak segala bentuk penyimpangan yang dapat merugikan negara,” pungkasnya

Hingga berita ini diturunkan, tim sempat menyambangi kantor lurah untuk mencari keterangan dari lurah, namun lurah tidak berada ditempat karena sedang dinas luar (DL) ke jogja. NSR

Berikan nilai berita ini?

Berita Terkait ⚡️

error: DILARANG COPAS !!!