Ratusan Napi Terancam Golput Pada Pemilu 2019

*Lantaran Belum didata oleh Disdukcapil dan Belum Terdaftar di DPT

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Kepala Lembaga Pemasyarakat Kota Lubuklinggau merasa gerah dan kecewa dengan Dinas kependudukan dan catatan sipil (Disdukcapil) yang kurang respon dalam mendata dan merekam para narapidana di lapas kelas II A Kota Lubuklinggau, baik yang belum memiliki KTP mapun yang sudah ada KTP semuanya belum di data dan didaftarkan sebagai daftar pemilih tetap (DPT) .

Kalapas Lubuklinggau, Imam Purwanto mengungkapkan bahwa dirinya sangat kecewa dengan dinas capil Kota Lubuklinggau sudah berulang kali pihaknya mendatangi Disdukcapil dan meminymta untuk datang kelapas guna mendata kembali para narapidana dan melaporkannya ke KPU.

“Kalau saya nilai disdukcapil ini pemalas kenapa saya bilang gitu karena kami minta data kembali para napi ini mereka tidak mau datang padahal mereka narapidana ini punya hak yang nantinya saat memilih di pileg dan pilpres,”tegasnya.

Imam juga menyesalkan dengan belum datangnya pihak disdukcapil karena hampir 500 lebih napi ini belum didata padahal sangat penting hak suara mereka saat memilih wakil mereka yakni DPRD dan Presiden.

” saat ini tahanan di LP ini sudah lebih dari seribu namun berdasarkan pemilihan walikota kemarin cuma 500 orang kurang lebih bisa memilih dan jangan sampai dipileg dan pilpres ini tidak didata ulang hak suara mereka akan hilang,”tegasnya.

Untuk itu dirinya berharap kepada KPU dan bawaslu untuk segera memanggil dan meminta pihak disdukcapil datang ke LP untuk mendata dan merekam ulang para napi yang belum melakukan perekaman ktp dan lain sebagainya.

“Walaupun mereka di penjara mereka juga punya hak untuk memilih jadi kami sangat berharap kepada KPU dan Bawaslu untuk segera berkoordinasi dengan capil sebab kami sudah bosan mendatangi dan mengkoordinasikannya dengan capil namun tidak ada respon yang baik dari mereka,”tutupnya. NSR

Berita Terkait ⚡️

error: DILARANG COPAS !!!