Rencana Rocky Gerung dan Ratna Sarumpaet Datang ke Bumi Silampari Menuai Protes Penolakan

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Berhembus kabar rencana kahadiran pengamat politik, Rocky Gerung dan Ratna Sarumpaet di di bumi silampari (Sebutan dari kota Lubuklinggau) dalam rangka diskusi publik berkaitan dgn isu isu nasional, pilpres, pileg itu sangat menganggu stabilitas situasi politik dan kondusifitas dikota Lubuklinggau.

Ketua Aliansi Mahasiswa Pemuda Lubuklinggau (Ampl), Angga Juli Nastionsyah menilai kedua pengamat politik yang hendak hadir di Lubuklinggau tersebut, menuai kontroversi di daerah lain karena, diskusi publik yang dikemas dalam dialog kebangasaan yang ia bawa seakan sarat dengan unsur sara, ujaran kebencian pada pemerintah dan secara tidak langsung mendeklarasikan dukungan terhadap salah satu kandidat paslon pilpres. Karena jargonya Ganti Presiden.

“Sudah kita ketahui tahapan kampanye belum masuk, namun kemasan diskusi publik ini dinilainya sangat sarat dengan kepentingan politik nasional, khususnya pilpres, seperti terjadi didaerah lain banyak terjadi pro kontra karena kedatangan dua pengamat politik ini sehingga timbul gesekan di masyarakat, kita mengharapkan agar dikota Lubuklinggau juga jangan diracuni dengan pemahaman yang sarat akan ujaran kebencian tersebut,” tegasnya

Angga menambahkan, maraknya ujaran kebencian yang sangat berbahaya bagi pemuda kota lubuklinggau karena nanti takutnya terjadi gesekan dan masyarakat seperti di adu domba. Maka dari itu pihaknya sangat menolak kehadiran dua tokoh itu.

“Kalau diskusinya membicarakan masalah ekonomi kita tidak jadi masalah kog ini diskusinya bahas masalah ganti presiden, ini yang akan menimbulkan polemik baru di kota Lubuklinggau,” terangnya.

Untuk itu pihaknya akan menggelar aksi untuk menolak kegiatan tersebut digelar dikota lubuklinggau, dinilainya Lubuklinggau jangan menjadi contoh atau pilot projek kepentingan kelompok.

“Kami meminta kepada Kapolres lubuklinggau untuk tidak mengeluarkan izin kepada pihak penyelenggara terkait kegiatan tersebut, agar suasana kerukunan, ketentraman, dan keakraban masyarakat sebelum menjelang masa kampanye tetap terjaga kondusif, kalau pihak tersebut berlindung dibawah undang-undang untuk menyelenggarakan giat tersebut, maka alasan kamipun begitu, kami juga memiliki hak menyuarakan dan berpendapat, bahkan mengambil sikap untuk menolak,” jelasnya.

Baca Juga:  Tak di Sediakan Kursi Saat Pelantikan DPRD Lubuklinggau, KPU dan Bawaslu Putuskan Pulang

Hal senada diungkapkan Sekretaris Ampl, Eris Yongki mengatakan secepatnya, pihaknya akan memasukan surat pemberitahuan ke polres Lubuklinggau, untuk menggelar aksi damai dalam rangka penolakan kedatangan Rocky Gerung dan Ratna Sarampaet ke Lubuklinggau.

“Kalau kegiatan tersebut adalah kegiatan deklarasi mendukung salah satu paslon pilpres, maka kami tidak akan gubris kegiatan tersebut, karena substansinya jelas. Tapi kalau kemasanya dialog kebangsaan namun isi didalamnya ternyata deklarasi dan penanaman paham yang menjurus pada kepentingan kelompok, maka itulah yang kami tidak sepakat,” tukasnya. NSR

Berikan nilai berita ini?

Berita Terkait ⚡️

1 Comment

  1. Tidak ada ruang dan jangan di beri ruang untk mereka yang hendak memecah belah rakyat
    membuat isu,menghujat,mencelah dan apa pun namanya kepada pemerintahan yang sah.
    Biarkan semua berjalan secara alami.
    Dan semua akan ada akhirnya.
    #2019 PESTA RAKYAT

Comments are closed.

error: DILARANG COPAS !!!