“TERUNGKAP” Siska Saranghaiyo Otak Pembunuhan Ipung

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Kurang dari sepekan jajaran polres Lubuklinggau berhasil mengungkap motif kematian Muhammad Ipung Efendi alias Ipung, yang tewas bersimbah darah di rumahnya di Jl. Yos sudarso, Kelurahan Taba Jemekeh, Kota Lubuklinggau pada jum”at (23/8) lalu. Hal itu terungkap saat press release yang dipimpin Kapolres Lubuklinggau, Rabu (28/8) dihalaman mapolres Lubuklinggau.

Menurut Kapolres Lubuklinggau, Akbp Dwi Hartono membenarkan telah diamankan satu orang tersangka pembunuhan ipung, yakni Aprianto Alias Wahab Alias Siska. Ia diamankan pada senin lalu sekira pukul 22.00 malam, setelah menjalani proses pemeriksaan kurang lebih satu hari, barulah ditetapkan sebagai tersangka hari ini.

“Bermula pada kecurigaan kita pada tiga nama awalnya, namun setelah di dalami alat bukti-bukti dilapangan, akhirnya mengerucut pada satu nama yakni Wahab atau yang lebih dikenal sebagai Siska Saranghaiyo. Akhirnya kita putuskan untuk mengamankan tersangka pada senin lalu, dan setelah diperiksa, akhirnya tersangka mengakui perbuatannya telah membunuh korban, bersama dua rekan lainnya yang kini status nya DPO,” tegas Kapolres

Dijelaskan kapolres, motif pembunuhan ini berdasarkan pengakuan tersangka, yakni sakit hati. Karena sehari sebelum kejadian korban pernah mengejek tersangka, hingga akhirnya tersangka jengkel dan mengajak kedua rekannya (DPO) dalam merencanakan sebuah aksi pembunuhan pada korban.

“Sekira pukul 00.30 jum’at dinihari, tersangka bersama satu rekannya masuk ke rumah korban (Salon ipung) melalui pintu depan roling dorr, sedangkan rekan yang satunya masuk dengan cara memanjat, setelah masuk kedalam rumah, rekan tersangka langsung membius korban dengan cara menyekap dengan obat bius, hingga korban tak sadarkan diri. Barulah setelah korban dibius, kepala korban dibenturkan dengan batu, dan ditusuk secara bergantian, hingga membuat enam lubang pada perut dan satu sayatan dileher korban,” jelas Dwi Hartono

Baca Juga:  Gunakan Indosat Ooredo Internetan Kuat Kapanpun dan Dimanapun

Masih kata Kapolres, Telah diamankan beberapa barang bukti (BB), diantaranya batu dan tali tambang sebagai alat yang digunakan tersangka untuk menghabisi korbannya, serta pakian korban juga diamankan sebagai BB. Untuk tersangka ini adalah otak pelaku pembunuhan, yang dijerat pasal 338 juncto 340 kuhp yakni menghilangkan nyawa seseorang dengan berencana, dan diancam 20 tahun kurungan penjara.

“Tersangka ini bukan kali pertamanya mendekam dipenjara dengan kasus pembunuhan, ini untuk yang kesekian kalinya ia mendekam dipenjara karena menjadi pelaku penyebab hilangnya nyawa seseorang,” pungkasnya. NSR

Berikan nilai berita ini?

Berita Terkait ⚡️

error: DILARANG COPAS !!!