Tim Rajawali Tidak Segan Tembak di Tempat Pelaku Kejahatan

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Untuk menciptakan rasa aman dan nyaman dikota Sebiduk semare (Sebutan Kota Lubuklinggau) serta mengantisipasi curas, curat dan curanmor (3 C), Kapolres Lubuklinggau, AKBP dwi Hartono menyiagakan dan mengoptimalkan unit reaksi cepat (URC) yang disebut dengan tim Rajawali.

Menurutnya, melauching Tim Rajawali sebagai implementasi Unit Reaksi Cepat yang merupakan salah satu program Kapolres sekaligus melengkapi Tim Patroli yang selama ini ada, Senin (19/11) di halaman mapolres Lubuklinggau. “Secara filosofis Rajawali itu cekatan”, ujar Kapolres.

Dijelaskanya, cekatan dalam menanggapi persoalan di Kota Lubuklinggau, khususnya mengantisipasi tindak kriminalitas dengan patroli ketempat rawan di pelosok-pelosok dan pada jam-jam rawan serta tanggap atas laporan warga masyarakat.

Jadi diharapkan tingkat kriminalitas di Kota Lubuklinggau menjadi Zero dengan adanya Tim Rajawali ini. Meskipun demikian, selain Tim URC tersebut seluruh Personil Polres Lubuklinggau tetap mendukukung tugas Kepolisian lainnya.

“Bila perlu kalau ada begal dan tindak kejahatan yang membawa senjata dan telah melukai korbanya, atau istilahnya membahayakan dan terkenal sadis, maka kita tak segan untuk mengambil tindakan tembak ditempat,” ujarnya.

Launching tim Rajawali yang dilaksanakan setelah giat apel pagi yang diikuti oleh seluruh Personil terdiri dari Para PJU, perwira, Brigadir, ASN dan PHL Polres Lubuklinggau.

Tim ini sendiri akan diwakili oleh Personil satuan Sabhara Polres Lubuklinggau dibawah Pimpinan Kasat Sabhara AKP M Ali, S.Sos, MM. Personil yang ditugaskan sebanyak 18 orang dan dibagi tiga regu masing – masing enam orang yang akan mengendarai Sepeda Motor Trail berpatroli ke penjuru Kota Lubuklinggau. “Rajawali itu singkatan yang berbentuk ajakan Rame-rame jaga Lingggau,” pungkasnya. NSR

Berikan nilai berita ini?

Berita Terkait ⚡️

error: DILARANG COPAS !!!