Warga Kelurahan Muara Enim Ditabrak Kereta Api

*Sudar (60) Tewas Di Tempat Setelah Ditabrak Kereta Api

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Peristiwa kakek tewas di tabrak kereta api terjadi di Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Peristiwa naas tersebut terjadi pada senin (23/4) sekira pukul 10.45 wib, kejadian bermula saat korban, Sudar (60) yang juga diduga menyandang status sebagai Tuna Rungu (Kurang Pendengaran) berjalan di rel kereta api. Dan disaat yang bersamaan juga melintaslah kereta api barang yang mengangkut semen dari Kab.Lahat menuju Lubuklinggau. Yang pada akhirnya melindas tubuh Sudar hingga ada bagian tubuhnya ada yang terpisah.

Tampak korban tergeletak seusai peristiwa naas tersebut. Senin (23/4)

Hal itu diungkapkan saksi mata, Anang (20) warga kelurahan muara enim, yang pada saat kejadian menyaksikan langsung peristiwa naas tersebut.

“Aku mendengar klakson kereta telah dibunyikan secara terus menerus hingga akhirnya kereta menabrak korban, saat sudah tertabrak aku melihat ke rel dan laju kereta sudah mulai melambat. Hingga sampai akhir ekor kereta melintas baru terlihat tubuh korban sudah tergeletak, dan bebarapa bagian tubuh korban ada yg terpisah,” ujar Anang yang berprofesi sebagai petani.

Hal senada diungkapkan Ketua Rt.09, Kelurahan Muara Enim, Efendi mengatakan setelah kejadian tersebut ia mendapatkan kalau laporan warganya an.Sudar ditabrak kereta maka iapun bergehas langsung ke tempat kejadian perkara (TKP). ” saya dibantu warga membawa korban kerumah sakit,” terang Efendi

Efendi menambahkan diketahuinya kalau korban memang mengalami gangguan pendengaran (Tuna Rungu). Dugaan beratnya kalau korban ditabrak kereta api lantaran tidak mendengar bunyi klakson kereta api. Padahal menurut penuturan saksi mata kalau kereta telah membunyikan klakson secara terus menerus hingga akhirnya tabrakan tak terelakan.

Sementara itu, Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar melalui Kasat Lantas, Akp Feby Fabriyana membenarkan kalau telah terjadi peristiwa laka pantas yang disebabkan oleh kereta api. Pihaknya sudah ke tkp guna mengumpulkan data dan mendengarkan keterangan saksi.

“Selanjutnya akan kita identifikasi korban, dan untuk saksi serta masinis, akan kita mintai keterangan lebih lanjut, karena untuk sementara ini, Masinis, Edi sasangko, belum sempat di mintai keterangan, karena dalam kondisi shock,” tutupnya. RED

Berikan nilai berita ini?

Berita Terkait ⚡️

error: DILARANG COPAS !!!