Warga Linggau Kecam PLN Suguhkan Pemadaman Listrik Saat Sahur dan Berbuka

LUBUKLINGGAU, Panjinews.com – Memasuki pada hari ketiga dibulan ramadhan, pemadaman listrik dikota Lubuklinggau masih kerap terjadi. Yang membuat waga geram pemadaman listrik bertepatan saat sahur dan berbuka puasa.

Pantauan Panjinews.com dilapangan, curahan kekesalan warga linggau banyak di curahkan lewat akun media sosial pribadi milik mereka, dan tidak sedikit yang mengecam PLN karena dianggapnya menganggu kehusyukan beribadah selama bulan ramadhan. Hal itu disebabkan karena listrik sudah menjadi kebutuhan mendasar masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari.

Aktivis Gerakan mahasiswa nasional Indonesia (Gmni) yang dikoordinir oleh koordinator lapangan, Ario Pandiko mengatakan pihaknya kecewa dengan pelayanan PLN yang tidak prima, dan yang disesalkan lagi pemadaman itu terjadi disaat umat muslim sedang ingin khusyuknya menjalankan ibadah puasa.

“Kita kecewa saat berbuka dan sahur terjadi pemadaman Listrik padahal kita menginginkan kehusyukan disaat tersebut. Karena kalau listrik padam otomatis berbuka tidak terasa nikmat. Ditambah lagi saat sahur kondisi itu membuat segala aktivitas akan menjadi terhambat,” tegasnya dalam orasinya di depan halaman kantor PLN lubuklinggau, rabu (8/4).

Ia juga menjelaskan pemadaman Listrik sejak hari pertama puasa terjadi berulang kali hingga hari ketiga ramadhan saat ini. Kurang lebih empat sampai lima kali pemadaman. Memang durasinya tidak lama. Namun cukup meresahkan karena dapat berakibat pada kerusakan barang elektronik.

“30 sampai 60 menit pemadaman listrik yang terjadi, kita tak tahu pasti apa penyebabnya. Namun yang kita harapkan kalaubisa kedepannya jangan sampai ada lagi pemadaman listrik. Mengingat listrik telah menjadi kebutuhan pokok masyarakat, terutama dalam menciptakan kehusuyukan saat beribadah puasa, terutama saat berbuka, sholat tarawih dan sahur,” harapnya.

Hal senada diungkapkan, Agus Anpal salah satu orator juga menegaskan jangan hanya bisa menaikan tarif dasar listrik (TDL) namun pelayanan kepada masyarakat tidak dapat dipenuhi pihak PLN.

Baca Juga:  Religi dan Outing Class, Program Unggulan Paud Silampari Islamic School

“Apalagi masalahnya, harga bayar listrik sudah mahal, kenapa pelayanan tidak maksimal, kalau alasanya sistem dan kerusakan itu alasan clasic. Kalau tidak layak pakai kenapa masih dipakai. Kita oertanyakan kemana uang rakyat selama ini yang dibayarkan pada PLN kalau PLN tak mampu berbenah memperbaiki pelayanan,” katanya.

Tidak hanya berhenti di aksi protes nyata, banyak cuitan di akun media sosial milik warga net linggau juga mengomentari kinerja pln selama bulan ramadahan ini. Seperti halnya yang diungkapkan warga kelurahan kenanga, kecama Lubuklinggau Utara 2, Febri Habibi Asril dikutip dari akun Facebooknya ia mengungkapkan kekesalannya akibat terjadinya pemadaman listrik yang terjadi.

“Benar benar dikit gawe PLN nih dak tahu wong lagi bebuko,” Singkatnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi jelas penyebab Pemadaman listrik oleh pihak PLN, dengan dalih manager sedang diluar kota dan, para demonstran masih bertahan dihalaman kantor PLN rayon Lubuklinggau. NSR

Berikan nilai berita ini?

Berita Terkait ⚡️

error: DILARANG COPAS !!!